Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Wajib Pajak Menunggu Antrean Penyerahan SPT Pajak Di Kantor Pajak (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Dream - Untuk pertama kalinya sepanjang sejarah, Indonesia mampu menghimpun penerimaan pajak hingga Rp 1.000 triliun. Angka ini diyakini bakal naik sampai pergantian akhir tahun 2015.
“ Penerimaan pajak ini pertama kali bagi Indonesia mampu tembus Rp1.000 triliun," kata Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro mengutip laman Kemenkeu, Senin, 28 Desember 2015.
Merujuk data Kemenkeu, penerimaan pajak tersebut diperoleh sampai 25 Desember 2015. Dengan waktu yang tersisa, pemerintah optimistis bisa mendapatkan penerimaan pajak 2015 sebesar Rp 1.098 triliun atau 85 persen dari target.
Pencapaian penerimaan pajak ini berada di atas realisasi penerimaan pajak tahun 2014 yang mencapai Rp982 triliun.
Bambang yakin tambahan pemasukan pajak lain akan diperoleh dari revaluasi aset perusahaan BUMN, perbankan, dan perusahaan properti, serta pendekatan terhadap 50 wajib pajak (WP) besar, pajak dari sektor migas, dan reinventing policy.
Untuk mendukung target tersebut, Kemenkeu juga telah menginstruksikan bank-bank BUMN untuk tetap membuka layanan pembayaran pajak hingga 31 Desember 2015 pukul 21.00 WIB.
Meski sukses mencetak rekor, penerimaan pajak pemerintah tahun ini diperkirakan meleset dari target, Merujuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Perubahan 2015, pemerintah memasang target penerimaan pajak sebesar Rp 1.294 triliun.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya