Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Mengawali pekan terakhir tahun 2015, bursa saham syariag Indonesia bergerak di dua zona. Dibuka melemah di sesi pembukaan, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) melaju positif satu menit kemudian.
Pelaku pasar tampaknya berspekulasi akan muncul aksi window dressing dari para emiten jelang tutup buku tahun 2015.
Pada pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 28 Desember 2015, indeks ISSI melemah 0,115 poin ke level 141,896. Indeks JII juga turun 0,893 poin ke level 592,356.
Munculnya aksi beli sekitar 60 detik dari sesi pembukaan, berhasil mengangkat laju kedua indeks acuan saham syariah tersebut. Hingga pukul 9.08 WIB, indeks ISSI telah menanjak 0,113 poin (0,08%) ke level 142,124.
Indeks JII bergerak lebih cepat pagi ini. Dibuka menguat dan sempat menyentuh zona hijau, JII di waktu yang sama justru kembali terkoreksi0,366 poin (0,06%) ke level 592,883.
Emiten sektor properti, perdagangan dan pertambangan menjadi incaran pelaku pasar dengan kenaikan 0,54 persen, 0,39 persen, dan 0,38 persen.
Tekanan jual masih dialami emiten sektor industri dasar yang turun 0,52 persen dan industri aneka 0,39 persen.
Dari kawasan regional, indeks utama Asia bergerak variatif di awal pekan ini. Indeks Hang Seng yang dibuka menguat kini telah terkoreksi 0,39 persen. Sementara Kospi Korea Selatan dibuka melemah sejak awal pembukaan perdagangan.
Dari Jepang, indeks Nikkei tercatat masih menguat 0,17 persen dan Shanghai Composite naik 0,06 persen.
Di pasar keuangan, kurs rupiah yang sepekan kemarin bergerak menguat, pagi ini mulai mengalai tekanan. Dibuka naik, kurs rupiah terhadap dollar AS saat ini terpangkas 12 poin (0,09%) menjadi 13.643 per dollar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya