7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Dream - Dengan daya beli hingga US$ 200 miliar, tak heran generasi milenium menjadi konsumen yang diperebutkan oleh banyak merek. Sementara generasi milenium terus menjadi pasar yang penting bagi perusahaan, generasi dengan daya beli baru menuntut perhatian: Gen Z.
Seperti dikutip dari Entrepreneur, Minggu, 27 Desember 2015, Gen Z adalah generasi yang meliputi anak-anak yang lahir antara pertengahan 1990-an hingga saat ini. Anggota tertua dari Gen Z masih remaja, tapi mereka sudah memiliki kekuatan daya beli US$ 44 miliar, dan itu terus tumbuh.
Gabungkan pengaruh tersebut dengan fakta bahwa jumlah mereka saat ini hampir 26 persen dari seluruh populasi dunia.
Sama seperti dengan generasi milenium, perusahaan perlu menemukan cara untuk benar-benar terhubung dengan Gen Z untuk membangun kepercayaan dan loyalitas. Dan langkah-langkah berikut mungkin bisa menjadi petunjuk.
1. Bantu mereka membangun merek sendiri
Setelah menyaksikan generasi milenium berjuang untuk mencari pekerjaan setelah lulus kuliah, Gen Z mulai mengenal pentingnya mendapatkan pengalaman kerja yang berharga sejak awal. Tidak puas dengan hanya bekerja di toko lokal, mereka bekerja menjadi sukarelawan, memulai toko online dan mendapat endorsement dari perusahaan. Mereka terus mencari cara untuk eksis dan membangun merek mereka sendiri. Di sinilah perusahaan Anda bermain peran.
Undang Gen Z menjadi bagian dari merek Anda karena mereka sedang membangun dirinya. Endorsement di media sosial, iklan influencer dan grup-grup online lainnya tidak hanya membuat Gen Z merasa diinvestasikan dalam perusahaan Anda dan menjaga loyalitas mereka sejak awal, tetapi juga membantu mereka meningkatkan kehadiran online mereka sendiri.
2. Mainkan hobi selfie mereka
Jika melihat-lihat halaman Instagram Gen Z, Anda pasti akan menemukan foto-foto selfie yang jumlahnya ratusan. Bantu kesediaan mereka untuk bisa eksis di dunia online dan tampilkan kepribadian merek Anda untuk menarik perhatian mereka. Gen Z tidak mau bertemu sebuah perusahaan tak berwajah, mereka ingin terhubung dengan orang yang sesungguhnya. Gen Z tidak suka perusahaan yang kaku, tetapi mereka butuh yang lebih spontan dan jujur.
Tip tambahan: pilih juru bicara yang bisa menjembatani Gen Z dengan baik. Pertimbangkan mencari bintang YouTube atau Vine daripada selebriti tradisional. Meskipun mereka secara mainstream mungkin tidak terkenal, tetapi Gen Z sangat menghargai hal yang spontan dan asli.
3. Fokus pada kualitas
Jika generasi milenium lebih memilih pengalaman, Gen Z lebih suka memiliki produk yang secara fisik dan fungsi keren - tapi ada syaratnya. Dengan dunia informasi di ujung jari mereka dan pengetahuan digital yang terus bertambah seiring dengan pertumbuhan Internet, Gen Z sangat selektif dengan pembelian mereka. Mereka akan melakukan penelitian yang luas sebelum menekan tombol Beli.
4. Pentingnya menciptakan hype
Menciptakan hype masih menjadi cara jitu dalam menarik perhatian generasi milenium dan Gen Z, meskipun Gen Z lebih pragmatis. Mereka tidak hanya ingin menciptakan hype, mereka ingin melihat hype. Lakukan melalui media sosial untuk strategi bisnis Anda.
Minta Gen Z untuk ikut aktif dan kemudian berikan update, video dan cerita emosional yang benar-benar bisa menyampaikan kekuatan merek Anda. Gen Z mungkin muda, tapi mereka sangat informatif, ambisius dan matang untuk menjadi pasar konsumen besar berikutnya.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?