Danau Toba, Sumatera Utara
Dream - Kementerian Pariwisata telah menyepakati sepuluh destinasi prioritas. Menyusul kebijakan tersebut, dibentuklah dewan otorita yang berwenang untuk mengembangkan sepuluh kawasan wisata itu.
Menteri Pariwisata, Arief Yahya berharap penetapan badan otorita bisa membantu pemerintah mencapai target pariwisata yang telah dicanangkan. Badan ini juga bisa mengatasi kebijakan yang seringkali tumpang tindih diantara otoritas terkait di bidang pariwisata.
" Danau Toba itu dikelilingi tujuh kabupaten, sedangkan Borobudur lebih dari empat institusi sehingga dibentuk Joglo Semar yaitu Jogja Solo Semarang," ungkap Arief saat ditemui di gedung Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Jakarta.
Dalam waktu dekat, Danau Toba akan segera digarap sebagai pariwisata percontohan. Kemudian akan disusul sembilan daerah lain yang akan dibangun secara paralel.
" Selain Danau Toba dan Borobudur ada Tanjung Layang di Belitung, Tanjung Lesung di Banten, Pulau Seribu Jakarta, Bromo, Mandalika Lombok, Pulau Komodo di Labuhan Bajo, Wakotobi Sultra dan terakhir Morotai Maluku Utara," kata Arief menambahkan.
Arief berharap pembenahan amenitas atau fasilitas seperti hotel dapat dilakukan dengan menggandeng pihak swasta. Cara ini diyakini bisa membantu kerja dewan otorita dalam membangun dan mengembangkan destinasi baru. Pengembangan destinasi sendiri lebih difokuskan pada atraksi alam dan buatan.
" Badan ini akan memberi laporan ke presiden dan dewan pengarah yang diketuai Menko Kemaritiman. Selanjutnya ada badan pelaksana," imbuh Arief.
Lebih jauh Arief mengungkapkan alasan penunjukan sepuluh destinasi itu. Lima daerah dipilih karena merupakan kawasan revitaliasi yang sebelumnya pernah dibangun.
" Seperti Danau Toba pernah mencapai 300 ribu pengunjung sekarang tinggal 240. Lalu ada Borobudur dan Komodo yang dua lagi saya lupa," kata Arief.
Selanjutnya terdapat tiga kawasan ekonomi khusus seperti Tanjung Lesung, Morotai dan Mandalika. Ditambah dengan dua kawasan wisata pendatang baru.
" Tanjung Layang di Belitung kayak Laskar Pelangi itu kan bagus banget, lalu kita harapkan triwulan pertama nanti sudah ditangani semua," pungkas Arief.
Advertisement
Dari Rumah BUMN hingga Pameran, Cara UMKM Menembus Pasar Global

AI Makin Ancam Manusia, PBB Ingatkan Dunia Jangan Terlambat Mengendalikannya

Inilah Peta Baru Dunia Versi PBB: Eropa dan Amerika Jadi Lebih Kecil. Mengapa?

Tak Lagi ke Bantargebang, Sebagian Limbah Jakarta Belok ke Bank Sampah

Sampah Bisa Jadi Voucher Belanja hingga Pengganti Batubara


Masalah Keuangan Berkepanjangan Bisa Berkaitan dengan Penuaan Otak Lebih Cepat, Ini Penjelasannya

Pemeriksaan Kesehatan yang Penting untuk Perempuan Usia 20-an, 30-an, 40-an, dan 50-an


Tembus 21 Juta Views, 'Kasih Aba-Aba 2.0' Naykilla & Tenxi Jadi Tren TikTok Untuk Sambut Shopee 9.9


Tak Cukup Lihat Klaim di Kemasan, Orang Tua Perlu Lihat Bukti di Balik Susu Formula Anak

Dari Rumah BUMN hingga Pameran, Cara UMKM Menembus Pasar Global