Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Orang Yang Sering Terlambat Itu Orang Yang Kreatif. (Sumber: Merdeka.com)
Dream - Kita semua tentu punya teman atau kolega yang tidak pernah tiba tepat waktu. Kebiasaan sering terlambat ini terkadang membuat sebagian orang yang sudah lama menunggu menjadi jengkel.
Di dunia profesional, kebiasaan ini sering dianggap kasar dan tidak profesional.
Namun, orang yang sering terlambat tak bermaksud untuk membuat yang lainnya jengkel atau menginginkan mendapat titel " Tukang Telat" . Memang manajemen waktu merupakan hal yang mudah bagi orang-orang, tapi tidak bagi mereka yang sering terlambat.
Dibalik kebiasaan buruk itu, Anda jangan salah. Orang yang sering terlambat itu disebut lebih sukses dan lebih kreatif daripada orang yang tepat waktu. Kok bisa?
Dilansir dari Business Insider, Jumat 15 Juli 2016, ada beberapa yang harus dicatat tentang orang yang sering terlambat.
1. Terlambat bukan berarti tak menghormati orang lain.
Berhentilah untuk memarahi orang yang sering terlambat. Orang yang sering terlambat itu bukanlah orang yang malas. Itu artinya mereka punya banyak bagian di piring mereka.
Multitasking memang membuat orang kehilangan " rasa menikmati waktu" , tapi tidak bagi orang yang sukses. Bagi orang sukses, multitasking adalah mereka ingin melakukan lebih banyak hal di waktu yang bersamaan. Tengok saja selebritis tersohor, Aston Kutcher, yang merupakan aktor merangkap produser dan wirausahawan. Dia juga menanamkan modalnya di beberapa perusahaan startup dan perusahaan teknologi seperti Skype, Uber, dan Foursquare.
© Dream
2. Sikap positif yang membuat mereka terlambat
Hal yang kedua adalah sikap positif yang membuat mereka untuk telat. Jika seseorang bisa mengerjakan pekerjaan sesuai dengan jadwal, itu bisa jadi sikap yang optimis. Jika seseorang itu adalah orang yang optimistis, tentu dia akan cenderung berpikir waktu yang dimilikinya lebih banyak daripada waktu untuk melakukan sesuatu.
Sikap berpikir positif inilah yang membuat seseorang menjadi lebih sukses dalam hidup. Sebuah studi tentang salesman, menunjukkan bahwa sikap optimistis ini membuat penjualan mereka 88 persen lebih banyak daripada kolega mereka.
Satu hal yang perlu dipelajari dari sikap optimisme si tukang telat, sikap ini bisa memperpanjang hidup. Jantung Anda tentu akan berterima kasih karena tak berada di dalam kondisi yang penuh tekanan.
© Dream
3. Tipe kepribadian B yang lebih unggul
Pada tahun 1950, ilmuwan mulai membagi orang-orang menjadi dua kelompok kepribadian, yaitu tipe A dan tipe B. Tipe itu berisi orang-orang yang tak sabaran dan kompetitif, sedangkan tipe B itu orang yang santai dan kreatif. Studi tersebut menunjukkan tipe A berhasil menyelesaikan sesuatu selama 58 detik, sedangkan tipe B 77 detik.
Untuk tipe B, menjadi seorang yang optimistis itu adalah hal yang positif. Mereka cenderung ingin melihat suatu gambaran yang utuh daripada membuat mereka terbagi-bagi dengan detail. Jika mereka melupakan janji, itu bisa jadi mereka punya suatu ide kreatif yang mengagumkan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya