7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Dream - Pelaku pasar kekurangan pasokan sentimen positif untuk membawa indeks syariah kembali ke zona hijau. Menutup perdagangan awal pekan, Indeks Saham Syariah Indonesia (JII) dan Jakarta Islamic Index (JII) kembali parkir di zona negatif.
Tekanan semakin berat karena investor asing masih melakukan aksi lepas saham. Namun nett sell asing awal pekan ini berkurang drastis, hanya sebesar Rp 11 miliar.
Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 16 Mei 2016, indeks ISSI turun 1,126 poin (0,73%) ke level 153.200. Posisi penutupan ini sedikit lebih baik dari akhir pekan lalu.
Sementara indeks saham bluechips syariah, JII, ditutup melemah 5,814 poin (0,91%) ke level 634,317.
Kedua indeks syariah ini memang memulai perdagangan dari zona merah. Namun aksi beli sempat membawa ISSI menyentuh zona positif dengan level tertinggi di 154,572. Sementara indeks JII menembus level tertinggi di 641,581.
Transaksi perdagangan saham syariah mencapai Rp 3,11 triliun dengan 26,32 miliar saham yang berpindahtangan. Aksi beli mengangkat 80 emiten syariah ke zona hijau.
Jumlah ini lebih sedikit dari saham-saham syariah yang mengalami koreksi harga sebanyak 112 emiten.
Sebagian besar indeks sektoral memang ditutup melemah. Koreksi dalam dialami indeks sektor industri aneka yang turun 1,81 persen. Disusul manufaktur 1,34 persen dan barang konsumsi 1,33 persen.
Sementara kenaikan tipis hanya dicetak dua indeks sektoral yaitu infrastruktur yang naik 0,78 persen dan pertambangan 0,13 persen.
Daftar top gainer indeks saham bluechips dihuni sejumlah emiten pelat mereah seperti SMGR yang nak Rp 100, PGAS Rp 40, dan TLKM Rp 30 per saham. Top gainer lainnya adalah LPPF yang berada di puncak dengan kenaikan Rp 125, dan UNTR Rp 50 per saham.
Sedangkan saham UNVR menjadi motor penyeret koreksi indeks JII usai terkoreksi Rp 1.350 per saham. Disusul AKRA Rp 375, AALI Rp 200, SILO Rp 20, dan ASII Rp 125 per saham.
Dari pasar keuangan, kurs rupiah yang dibuka melemah hanya bisa naik tipis di sesi penutupan, Rupiah naik 6 poin (0,05%) menjadi 13.319 per dolar AS.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?