Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi IHSG Fluktuatif. (Foto: Pixabay)
Dream - Masa beli saham untuk sementara berkurang. Setelah di awal pekan kemarin, Senin, 11 Juni 2019 melesat tinggi, laju indeks saham syariah hari ini, (Selasa, 12 Juni 2019) justru bergerak tak kompak.
Sentimen penguatan tipis rupiah terhadap dollar AS tak bisa mendorong indeks acuan saham bluechips syariah masuk zona positif.
Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), koreksi terjadi Indeks Saham Syariah Indonesia menguat 0,502 poin (0,27%) ke level 184,008. ISSI bergerak fluktuatf setelah sempat dibuka melemah di 183,122. ISSI menyentuh level tertinggi di 184,183 dan terendah di 182,494.
Kenaikan tipis juga terjadi pada Indeks JII70 yang menanjak 0,184 poin (0,08%) ke level 224,169.
Koreksi satu-satunya di jajaran indeks saham syariah dialami Jakarta Islamic Index (JII). Indeks berisi 30 emiten unggulan syariah ini terpeleset 2,063 poin (0,30%) ke level 674,595.
Sementara itu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) meningkat 16,382 poin (0,26%) ke level 6.305,992.
Aksi beli saham tak seramai kemarin. Sebagian besar indeks sektoral menguat, terutama di sektor pertanian, infrastruktur, dan barang konsumsi. Ketiga indeks ini terkerek masing-masing 0,64 persen, 0,55 persen, dan 0,53 persen.
Indeks sektor industri aneka dasar melorot 0,54 persen, industri dasar 0,41 persen, properti 0,12 persen, dan pertanian 0,02 persen.
Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah BRAM yang harga sahamnya tumbuh Rp475, ICBP Rp350, INDR Rp275, TPIA Rp270, dan TCID Rp250.
Sebaliknya, harga saham FIRE terkoreksi Rp650, INTP Rp450, UNVR Rp350, JECC Rp225, dan SMGR Rp200.
Pada pukul 16.15, rupiah masih menguat terhadap dolar AS. Nilai tukar dolar AS melemah 21 poin (0,15%) ke level Rp14.194 per dolar AS.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya