Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Tekanan jual pada emiten-emiten consumer menyeret bursa syariah ditutup melemah. Padahal Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) sempat masuk zona hijau.
Tekanan jual asing yang kembali naik jelang penutupan membuat pelaku pasar memilih menjauh dari lantai bursa.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, 2 Desember 2015, indeks ISSI turun 0,244 poin (0,17%) ke level 142,926. Indeks JII juga terpangkas 1,129 poin (0,19%) ke level 596,899.
Kedua indeks acuan saham syariah ini memang mengawali perdagangan dari zona merah. Namun baik ISSI maupun JII sempat mencoba melawan pelemahan tersebut di awal perdagangan.
ISSI bahkan sempat menyentuh level tertinggi di 143,620 dan terendah di 142,672.
Transaksi perdagangan saham syariah mencapai Rp 2,95 triliun dengan 32,05 miliar saham berpindahtangan.
Aksi beli saham investor sukses mengangkat 84 emiten syariah ke zona hijau. Namun, papan perdagangan ISSI didominasi pelemahan harga saham dari 91 emiten syariah.
Lebih dari separuh penghuni JII juga sebetulnya bergerak menguat. Namun indeks saham bluechips syariah ini terseret pelemahan dari 11 emiten JII.
Saham bluechips syariah yang masuk daftar top gainer di pertengahan pekan ini adalah UNTR yang naik Rp 250 per saham. Disusul emiten ITMG yang naik Rp 225, SMGR Rp 150, PGAS dan SILO masing-masing Rp 125 per saham.
Sebaliknya, emiten yang selama ini menjadi penggerak indeks JII justru mencetak koreksi tajam. Top losser dihuni saham INTP yang turun Rp 650, UNVR Rp 625, LPPF Rp 500. Dua emiten lainnya adalah MIKA Rp 80 dan ASII Rp 75 per saham.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya