Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Indocement & Unilever Seret Bursa Syariah Melemah

Reporter : Syahid Latif
Rabu, 2 Desember 2015 16:24
Indocement & Unilever Seret Bursa Syariah Melemah
Indeks ISSI dan JII sempat melaju ke zona hijau sebelum terserang aksi jual emiten.

Dream - Tekanan jual pada emiten-emiten consumer menyeret bursa syariah ditutup melemah. Padahal Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) sempat masuk zona hijau.

Tekanan jual asing yang kembali naik jelang penutupan membuat pelaku pasar memilih menjauh dari lantai bursa.

Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, 2 Desember 2015, indeks ISSI turun 0,244 poin (0,17%) ke level 142,926. Indeks JII juga terpangkas 1,129 poin (0,19%) ke level 596,899.

Kedua indeks acuan saham syariah ini memang mengawali perdagangan dari zona merah. Namun baik ISSI maupun JII sempat mencoba melawan pelemahan tersebut di awal perdagangan.

ISSI bahkan sempat menyentuh level tertinggi di 143,620 dan terendah di 142,672.

Transaksi perdagangan saham syariah mencapai Rp 2,95 triliun dengan 32,05 miliar saham berpindahtangan.

Aksi beli saham investor sukses mengangkat 84 emiten syariah ke zona hijau. Namun, papan perdagangan ISSI didominasi pelemahan harga saham dari 91 emiten syariah.

Lebih dari separuh penghuni JII juga sebetulnya bergerak menguat. Namun indeks saham bluechips syariah ini terseret pelemahan dari 11 emiten JII.

Saham bluechips syariah yang masuk daftar top gainer di pertengahan pekan ini adalah UNTR yang naik Rp 250 per saham. Disusul emiten ITMG yang naik Rp 225, SMGR Rp 150, PGAS dan SILO masing-masing Rp 125 per saham.

Sebaliknya, emiten yang selama ini menjadi penggerak indeks JII justru mencetak koreksi tajam. Top losser dihuni saham INTP yang turun Rp 650, UNVR Rp 625, LPPF Rp 500. Dua emiten lainnya adalah MIKA Rp 80 dan ASII Rp 75 per saham.

Beri Komentar