Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan
Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?
10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah
Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol
Indonesia Menjadi Penyumbang E-sport Terbesar Di Asia Tenggara. (Foto: Ilustrasi/shutterstock)
Dream – Teknologi internet yang semakin maju semakin membuat industri electronic sport (e-sport) menunjukkan eksistensinya di Indonesia. Apalagi, Indonesia merupakan negara pendorong utama pertumbuhan industri e-sport di Asia Tenggara.
Co-Founder dan Chief Marketing Officer EVOS E-sport, Michael Wijaya, mengatakan, dari 274,5 juta gamers di Asia Tenggara pada 2021, Indonesia menyumbang sekitar 43 persen terhadap jumlah total tersebut. Indonesia juga menyumbang pendapatan senilai US$2,08 miliar (Rp29,81 triliun).
“ Tingginya jumlah gamers dan jumlah pendapatan ini menjadi indikasi bahwa industri esports memiliki potensi yang cukup besar di Indonesia,” kata Michael dalam Media Discussion: Indonesia Esports Industry Outlook 2021 pada Kamis, 5 Agustus 2021.
Berkembangnya industri game saat ini merupakan hasil dari tingginya minat masyarakat terhadap game. Michael menjelaskan, pada tahun 2025 Indonesia akan memiliki 124 juta gamers diikuti dengan pertumbuhan audiens yang meningkat sebanyak 16,4 persen.
Selain itu, nilai transaksi dari pembelian game terbukti tinggi. Menurut data EVOS Esports, 39 persen kalangan penggemar esports melakukan pembelian dalam game sekitar 1-3 kali dalam kurun waktu satu bulan dengan rata-rata transaksi di bawah Rp100 ribu.
Meski terbilang tinggi, jumlah transaksi melalui kanal perbankan masih rendah dibanding kanal lain. Hal inilah yang membuat Visa dan Bank Mandiri melakukan kerja sama dengan EVOS Esport.
“ Adanya celah tersebut kami identifikasi sebagai peluang,” kata Vice President Bank Mandiri, Ruth Ekowati Rahayu.
Kerja sama dua pihak ini mengeluaran EVOS Card yang berfungsi sebagai kartu tanda member dan kartu debit. EVOS dipilih sebagai rekananan kerja sama merupakan bentuk dukungan kepada industri e-sport, kata Ruth.
Head of Strategy and Planning Visa Indonesia, Handikin Setiawan, menyebut potensi perkembangan yang masif ini menjadi pendorong Visa untuk bekerja sama dengan brand-brand e-sport, seperti EVOS. Apalagi, e-sport disukai oleh anak muda, terlebih Gen Z dan milenial.
“ E-sport sebagai industri dengan peran yang cukup vital dalam usaha menjangkau generasi masa depan,” kata Handikin.
Michael berharap loyalitas fanbase e-sport dapat membantu serta mengembangkan peranan bank dalam dunia e-sport di Indonesia. Dia juga mengharapkan stigma negatif tentang e-sport bisa berkurang.
(Laporan: Elyzabeth Yulivia)
Advertisement
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?

Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya

Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?