Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
PT Amerta Indah Otsuka Memperkenalkan Tiga Program Untuk Menjaga Sustainibility Bumi (Foto : Nur Ulfa/Dream)
Dream - Isu tentang sustainibility dan perubahan iklim (climate change) dalam beberapa tahun terakhir jadi topik hangat. Tak hanya pemerintah, kalangan swasta juga menjalankan beragam program untuk membuat bumi masih tetap asri sampai generasi mendatang.
Salah satu yang jadi perhatian adalah sampah plastik sebagai penyumbang terbesar polusi di bumi. Mengutip data dari Kementrian Kelautan dan Perikanan, Indonesia masuk urutan kedua sebagai penyumbang sampah plastik setelah China dengan volume mencapai 64 ton per tahun.
Indonesia dilaporkan memproduksi sampah plastik sebanyak 1,29 juta ton per tahun dengan 61 persen produksi sampah itu berakhir di laut.
PT Amerta Indah Otsuka, perusahaan minuman isotonik dengan produk terkenalnya Pocari Sweet, termasuk yang menaruh perhatian besar pada masalah tersebut dengan meluncurkan program Otsuka Blue Planet.
Program ini adalah suatu komitmen untuk memberikan edukasi demi meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan.
" Ini kenapa kami mau melaksanakan Otsuka Blue Planet karena hanya 10 persen sampah plastik yang dikelola untuk daur ulang," kata Laibun Sobri selaku Corporate Communication Manager PT Amerta Indah Otsuka di Sukabumi, Jawa Barat, baru-baru ini.
Program yang diharapkan mendukung program Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam upaya mengurangi sampah berfokus kepada tiga aktivitas utama yaitu Otsuka Eco Village, Otsuka Blue School dan Otsuka Eco Bottle.
Otsuka Eco Village yang sudah dilaksanakan sejak 2021 diciptakan untuk mendorong masyarakat mampu mengelola sampah secara mandiri. Program ini juga menjadi bentuk nyata perusahaan kepada masyarakat yang berada di wilayah pabrik Cicurug, Sukabumi, Jawa Barat dan Kejayan, Pasuruan, Jawa Timur.
" Kami menyadari bahwa untuk mengurangi sampah plastik sangat dipengaruhi oleh upaya dan kontribusi positif dari masyarakat serta sektor lainnya seperti pihak swasta, sehingga kami sangat mengapresiasi,” ungkap Ade Palguna, Kepala Badan Penyuluhan & Pengembangan SDM KLHK RI.

Sementara Otsuka Blue School yang dimulai sejak Juni 2022 sudah ijalankan di dua SMA yakni SMA Budi Mulia Ciledug Tangerang dan SMA Regina Pacis Jakarta.
Lewat program ini para siswa, guru dan pegawai sekolah dibantu untuk melakukan pengelolaan sampah berkelanjutan khususnya botol plastik secara baik dan benar. Dalam jangka panjang, perilaku ini diharapkan menjadi kebiasaan baru yang akan berlanjut hingga dewasa serta menjadi agent of change bagi lingkungan.
" Kita menyediakan tempat sampah dan membangun bank sampah agar pihak sekolah dengan semangat memberikan edukasi," imbuh Sobri.
Keseriusan PT Amerta Indah Otsuka dalam mengurangi sampah plastik semakin nyata dengan dimulainya program Otsuka Eco Bottle. Berbeda dengan dua program sebelumnya, kali ini perusahaan membuat kemasan botol plastik dengan bahan material daur ulang.
Di tahap pengiriman pertama, PT Amerta Indah Otsuka memproduksi botol plastik dengan komposisi 30 persen berbahan dasar daur ulang. Dalam 18 tahun ke depan, perusahaan menargetkan seluruh botol plastik telah menggunakan 100 persen bahan dasar daur ulang.
" Walau pakai plastik daur ulang, tapi dijamin kualitas rasa tidak akan berubah," imbuh Sobri.
Sobri berharap program ini bisa membantu mengurangi sampah plastik yang ada di lingkungan masyarakat dan sekolah.
" Kami berharap dapat membantu mengubah perilaku masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan dengan memulai mengelola sampah dan membuang sampah pada tempatnya," kata Sobri.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya