Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Industri Retail Optimistis Perekonomian Indonesia Membaik Tahun Depan. (foto: Shutterstock/ilustrasi)
Dream – Industri ritel optimistis perekonomian Indonesia akan membaik tahun depan. Mereka telah melihat tanda-tanda pemulihan ekonomi yang saat ini 'terinfeksi' pandemi Covid-19.
“ Tahun 2021 ada tanda-tanda perekonomian membaik,” kata Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO), Roy N. Mandey, dalam konferensi pers virtual kolaborasi MPPA dan Tokopedia, Kamis 10 Desember 2020.
Contohnya, deflasi yang sudah melewati angka 0,5 persen. Roy mengatakan pada November 2020, angkanya sudah berada di kisaran 0,28 persen.
“ Kita sudah menuju adanya demand dan recovery,” kata dia.
Ada dua hal yang membuat industri ritel semakin percaya diri. Pertama, ada kepastian vaksin. Hal ini ditunjukan melalui 1,2 juta vaksin Covid-19 yang masuk ke Indonesia.
“ Kepastian vaksin akan mendorong kebiasaan baru untuk lebih ada pengharapan,” kata dia.
Roy mengatakan, saat ini, perekonomian Indonesia masih bergantung kepada konsumsi masyarakat. Dengan adanya vaksin, diharapkan belanja konsumen bisa kembali pulih.
“ Mudah-mudahan kuartal IV bisa positif, apalagi tahun depan pertumbuhan ekonomi diproyeksikan 4,5-5 persen,” kata dia.
Yang kedua, Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja. Roy mengatakan regulasi ini akan mempermudah perizinan bisnis. Dikatakan bahwa perizinan daerah akan ditarik ke pusat.
“ Ada kepastian hukum,” kata dia.
Selain itu, kata Roy, industri ritel juga makin menggenjot transformasi ke digital. Dikatakan bahwa semua perusahaan ritel sudah memiliki platform digital sendiri. Tak hanya platform sendiri, industri ritel juga disebut perlu kerja sama dengan platform lainnya, seperti e-commerce seperti Tokopedia.
“ Melalui jaringan multiplatform membuat toko 24 jam buka dan membuka siapa pun untuk berbelanja. Diharapkan kerja sama ini bisa diikuti oleh ritel-ritel yang lain,” kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya