Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Investor Mengamati Pergerakan Indeks Saham Di BEI (Antarafoto.com)
Dream - Bursa saham syariah Indonesia berharap mempertahankan laju penguatannya meski sentimen regional tak terlalu baik. Kali ini iInvestor lokal menjadi motor penggerak bursa saham.
Tambahan sentimen positif datang dari investor asing yang berbalik arah. Asing hari ini justru melakukan aksi beli saham.
Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, 18 Mei 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 0,595 poin (0,39%) ke level 154,367.
Penutupan positif juga sukses dicetak indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII), yang naik 2,636 poin (0,41%) ke level 639,115.
Sentimen negatif dari regional dan global di awal sesi pembukaan, sempat menyeret indeks syariah ke zona merah. ISSI yang dibuka melemah sempat turun ke level terendahnya di 153,478.
Namun, aksi beli pemodal asing pada sejumlah saham membalikan posisi indeks syariah. ISSI kembali menguat dan menyentuh level tertinggi di 154,564.
Transaksi perdagangan saham syariah juga mengalami kenaikan dengan nilai Rp 3,39 triliun. Dengan 32,75 miliar saham berpindahtangan, aksi beli investor mengangkat 92 emiten syariah ke zona hijau.
Dengan sentimen negatif yang muncul, sebanyak 89 emiten syariah masih terpuruk di zona negatif. Dan 47 penghuni ISSI lainnya bertahan stagnan.
Indeks sektoral juga didominasi penguatan dipimpin emiten sektor properti yang menguat 1,51 persen. Diikuti perdagangan 0,39 persen, dan pertanian 0,23 persen.
Sebaliknya, emiten industri aneka mengalami koreksi 1,05 persen. Dan indeks keuangan masih belum lepas dari tekanan jual investor dengan melemah 0,22 persen.
Emiten unggulan syariah pencetak top gainer kali ini dihuni ICBP yang naik Rp 500, SILO Rp 300, AKRA Rp 275, UNTR Rp 225, dan SMRA Rp 100 per saham.
Di jajaran top losser, bercokol saham-saham keping biru syariah seperti INTP yang turun Rp 375, UNVR Rp 125, ASII Rp 75, AALI Rp 50, LSIP Rp 40 per saham.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya