Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Foto Ilustrasi: Shutterstock)
Dream - Bank Indonesia (BI) kembali menggelar Indonesia Shari’a Economic Festival (ISEF) atau Festival Ekonomi Syariah Indonesia 2018. Masih bertempat di Surabaya, Jawa Timur, ISEF kali ini mengusung tema Strengthening National Economic Growth: The Creation of Halal Value Chains and Innovative Vehicles.
Kehadiran agenda rutin tahunan ISEF 2018 menjadi komitmen nyata dan dukungan anggota Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) termasuk Bank Indonesia, dan instansi terkait lainnya untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional.
Mengutip laman bi.go.id, Senin, 10 Desember 2018, ISEF 2018 bakal menggelar sejumlah pertemuan yang mengangkat tiga topik utama yaitu penguatan halal value chain, peningkatan alternatif pembiayaan didukung dengan instrumen keuangan komersial dan sosial syariah, serta optimalisasi pengembangan ekonomi syariah berbasis kajian dan riset.
Perhelatan tahun ini menjadi penting karena menjadi gambaran tahap peletakan fondasi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah (2015-2018) dalam blueprint pengembangan ekonomi keuangan syariah.
Mulai tahun depan, pengembangan ekonomi syariah sudah memasuki fase kedua yaitu penguatan strategi dan program ekonomi keuangan syariah.
" ISEF 2018 terdiri dari kegiatan Sharia Economic Forum dan Sharia Fair yang mengintegrasikan pengembangan sektor keuangan dan sektor riil," ujar BI dalam keterangannya di website resminya.
Dijadwalkan ISEF 2018 akan berlangsung selama 5 hari mulai dari Selasa, 11 Desember 2018 hingg1 Jumat, 14 Desember 2018. Event ini akan menggelar kegiatan seminar, workshop, focus group discussion dan international working group meeting, yang melibatkan tokoh, pakar serta praktisi ekonomi dan keuangan syariah nasional maupun internasional.
Sementara itu, shari’a fair yang akan berlangsung pada 11 – 15 Desember 2018 diselenggarakan untuk mendukung pelaksanaan strategi pencapaian halal supply chain yang meliputi penguatan di sektor pertanian terintegrasi (integrated farming), industri pengolahan (halal food and fashion), energi terbarukan (renewable energy), dan wisata halal (halal tourism).(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya