Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ketua MUI, Maruf Amin, Jadi Cawapres Jokowi.
Dream – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan untuk kembali maju untuk Pilpres 2019. Selain pencalonan dirinya, mantan Walikota Solo itu membuat pengumuman yang cukup mengejutkan.
Jokowi menggandeng Ketua Majelis Umum Indonesia (MUI), Prof DR Maruf Amin sebagai Calon Walik Presiden dalam menghadapi persaingan Pilpres 2019.
Meski namanya sempat mencuat, beberapa jam jelang pengumuman, nama mantan ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD sempat santer disebut akan menjadi pasangan Jokowi.
“ Saya memutuskan dan telah mendapatkan persetujuan dari partai Koalisi Kerja yang akan mendampingi saya sebagai cawapres periode 2019—2024 adalah Prof. Dr. K. H. Ma’ruf Amin,” kata Jokowi di Jakarta, Kamis 10 Agustus 2018.
Selama ini Ma’ruf dikenal sebagai Ketua Umum MUI periode 2015—2020. Dia juga pernah menjabat sebagai Rais Aam PBNU pada periode 2015—2020. Serta, menjadi ketua komisi fatwa MUI pusat.
Sebelum masuk dalam organisasi keagamanan, jejak Maruf Amin ternyata cukup panjang di dunia legislasi dan pemerintahan.
Dikutip dari Wikipedia, Ma’ruf pernah menjabat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden bidang hubungan antar agama periode 2010—2014. Maruf juga menjadi anggota dewan pertimbangan presiden bidang kehidupan beragama periode 2007—2009.
Di bidang legilasi, Maruf pernah menjabat sebagai anggota DPRD DKI Jakarta, anggota MPR RI dari PKB dan Ketua Komisi VI DPR RI dari PKB.
“ (Beliau) adalah sosok utuh sebagai tokoh agama yang bijaksana. Beliau pernah duduk di legislatif sebagai anggota DPRD, DPR RI, MPR RI, Wantimpres, Rois Aam PBNU, dan Ketua MUI,” kata Jokowi.
(Sah)
Dream - Joko Widodo akhirnya memutuskan memilih Prof Dr KH Ma`ruf Amin sebagai Calon Wakil Presiden (Cawapres) yang akan mendampinginya dalam persaingan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.
Keputusan diambil setelah mendapatkan persetujuan dari sembilan partai politik yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Kerja.
" Saya memutuskan dan telah mendapatkan pesetujuan dari partai koalisai kerja yang akan mendampingi saya sebagai Cawapres, 2019-2024 adalah Profesor Doktor KH Ma`ruf Amin," ujar Joko Widodo usai bertemu sembilan Ketua Umumm dan Sekjen partai politik di Restoran Plataran, Menteng, Jakarta, Kamis, 9 Agustsu 2018.
Menurut Jokowi, keputusan ini dibuat setelah melalui perenungan yang mendalam dan mempertimbangan masukan dan saran dari berbagai elemen masyarakat.
Dalam penjelasannya, Jokowi memutuskan menggandeng Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) tersebut karena sosok Maruf Amin erat kaitannya dengan kebhinekaan.
" (Beliau) sosok utuh sebagai tokoh agama yang bijaksana. Beliau pernah duduk di legsilatif sebagai Anggoat DPRD, DPR RI, MPRI RI, Wantimpres, PBNU dan ketua MUI," ujarnya.
Pada sesi pertanyaan, Jokowi juga kembali menegaskan jika sosok anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila yang bisa saling melengkapi.
" Kami ini saling melengkapi, nasionalis dan religius," ujarnya.
(Sah)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya