Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kamu Bisa Menjadi Pemimpin Yang Sukses Dengan 5 "I". (Foto: Shutterstock)
Dream – Piyush Gupta, Bos bank besar Singapura, DBS, berbagi tips tentang kesuksesan. Menurut Gupta, sepanjang 35 tahun kariernya dia menemukan lima hal yang bisa membuat orang untuk sukses.
“ Kami hidup di zaman yang menarik. Dengan gangguan digital, pekerjaan masa depan akan sangat berbeda dari apa yang mereka lakukan hari ini,” kata dia dilansir dari CNBC, Rabu 10 Oktober 2018.
Laporan terbaru dari World Economic Forum (WEF) menunjukkan ada sepertiga keterampilan yang diperlukan untuk pekerjaan masa depan. Dan keterampilan ini belum sepenuhnya diidentifikasi. Namun, keterampilan-keterampilan untuk sukses tidak berubah. Salah satunya adalah kemampuan memimpin.
Gupta mengatakan ada lima `I` (5 I) yang menentukan seseorang sukses memimpin.
“ Kita semua adalah pemimpin. Di mana pun kita berada dan apa yang harus dilakukan, jika bisa mencontohkan lima kualitas ini, perbedaan besar di tengah perubahan bisa dibuat,” kata dia.
Berikut ini adalah rincian 5 I kunci sukses yang dimaksud oleh Gupta.
Individual Accountability (Akuntabilitas Individu)
Gupta mengatakan bekerja di perusahaan besar bisa mendorong seseorang untuk mengambil keputusan. Dia menyarankan pemimpin untuk membuat keputusan yang bertanggung jawab dan membawa dampak baik bagi organisasi perusahaan.
“ Pemimpin adalah orang-orang yang memiliki pandangan dari ujung ke ujung alam semesta, dunia, dan pekerjaan mereka. Mereka mengambil kepemilikan, pemecahan masalah, dan berpegang pada gagasan bahwa uang itu berhenti bersamanya,” kata dia.
Initiative (Insiatif)
Gupta mendefinisikan inisiatif sebagai kapasitas untuk menentukan agenda. Dengan ini, pemimpin bisa memprioritaskan area mana yang harus memberikan dampak. Cara ini bisa menghadapi gangguan eksternal.
Innovation (Inovasi)
Gupta mengatakan para pemimpin perlu merangkul semangat untuk berinovasi. Caranya dengan mempertanyakan suatu hal.
“ Pemimpin mempertanyakan hal-hal yang dilakukan sebagaimana adanya dan menjadikan prioritas untuk membayangkan kembali apa yang bisa bekerja pada pelanggan,”kata dia.
Inspiration (Inspirasi)
Pemimpin yang baik juga perlu memiliki visi yang kuat dan percaya sepenuhnya terhadap visi mereka. Plus, bisa mengkomunikasikan dengan orang lain sehingga mereka bisa terpengaruh.
“ Para pemimpin menginspirasi orang lain dan membawa orang-orang bersama mereka dalam suatu perjalanan,” kata dia.
Intent (Maksud)
Yang terakhir, pemimpin harus punya maksud dan niat baik untuk tujuan mereka.
“ Jika kita mampu memahami jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini dan bertindak dengan tujuan tertentu, itu akan menjadi sangat luar biasa,” kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya