Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Indeks Syariah Mulai Pulih, Rupiah Masih Lemah

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 9 Oktober 2018 16:51
Indeks Syariah Mulai Pulih, Rupiah Masih Lemah
Dollar AS masih belum beranjak dari level Rp15.200.

Dream - Laju koreksi bursa saham Indonesia pelan-pelan mulai berakhir. Meski masih bergerak fluktuatif, sejumlah indek acuan di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menutup perdagangan harian, Selasa, 9 Oktober 2018 di teritori positif. 

Investor sepertinya masih hati-hati untuk terjun ke lantai bursa. Nilai tukar dollar AS yang masih cukup kuat membuat pemodal selektif melakukan transaksi. 

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan dengan menanjak 0,928 poin (0,54%) ke level 172,086. ISSI bergerak fluktuatif usai dibuka menghijau di level 171,648.

ISSI sempat dilanda aksi jual investor dan terjerembab ke level terendah 170,771. Sementara posisi tertingginya menyentuh level 172,190 sebelum sedikit mengalami penurunan jelang penutupan. 

Meski hanya didukung kenaikan harga saham dari 13 bluechips syariah, indeks Jakarta Islamic Index (JII) ditutup menguat. Indeks berisi 30 emiten unggulan syariah ini ditutup menguat 3,705 poin (0,58%) ke level 637,255.

Sementara indeks baru syariah, JII70 ditutup naik 0,950 poin (0,45%) ke level 211,709.

Secara keseluruhan, pasar modal Indonesia hari ini memang bergerak menguat. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terangkat 35,717 poin (0,62%) ke level 5.796,790.

1 dari 2 halaman

Saham Industri Meroket

Hingga sesi paska-penutupan perdagangan, total transaksi mencapai Rp3,39 triliun dari 54,29 miliar lembar saham. Meski turun, frekuensu perdagangan saham syariah meningkat menjadi 209.469 kali.

Pemodal asing masih enggan kembali ke lantai bursa saham Indonesia. Di jajaran saham syariah, asing membukukan nett sell selama 5 hari berturut-turut. Hari ini nett sell asing turun separuhnya menjadi Rp244 miliar. 

Investor melirik sektor industri yang dianggap memiliki prospek positif. Alhasil, saham industri aneka melesat 2,12 persen. Begitu pula indeks sektor industri dasar yang naik 1,58 persen, dan keuangan sebesar 1,09 persen.

Sebaliknya, sektor pertambangan yang jadi primadona selama terjadi aksi jual malah mengalami koreksi. Indeks sektor pertambangan turun 1,58 persen. 

Emiten bluechip syariah pencetak top gainer kali ini adalah INTP yang harga sahamnya melesat Rp500, UNVR Rp200, ASII Rp175, BRPT Rp95, dan TLKM Rp70.

Sebaliknya, yang menjadi top loser adalah ITMG yang harga sahamnya terkoreksi Rp500, PTBA Rp190, LPPF Rp175, PGAS Rp100, dan UNTR Rp75.

2 dari 2 halaman

Dollar Setia di Rp15.200

Hingga saat ini dollar AS masih belum beranjak dari level Rp15.200. Ketika perdagangan dimulai, mata uang Paman Sam setia berada di level Rp15.226.

Dollar sempat turun ke level Rp15.206, tapi tak bertahan lama.

Pada pukul 16.27, dolar AS menguat 12 poin (0,08%) ke level Rp15.229 per dolar AS. (Sah)

Beri Komentar