Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Indeks Syariah Dan IHSG "berkilau" Hari Ini. (Foto: Shutterstock)
Dream - Laju koreksi bursa saham Indonesia pelan-pelan mulai berakhir. Meski masih bergerak fluktuatif, sejumlah indek acuan di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menutup perdagangan harian, Selasa, 9 Oktober 2018 di teritori positif.
Investor sepertinya masih hati-hati untuk terjun ke lantai bursa. Nilai tukar dollar AS yang masih cukup kuat membuat pemodal selektif melakukan transaksi.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan dengan menanjak 0,928 poin (0,54%) ke level 172,086. ISSI bergerak fluktuatif usai dibuka menghijau di level 171,648.
ISSI sempat dilanda aksi jual investor dan terjerembab ke level terendah 170,771. Sementara posisi tertingginya menyentuh level 172,190 sebelum sedikit mengalami penurunan jelang penutupan.
Meski hanya didukung kenaikan harga saham dari 13 bluechips syariah, indeks Jakarta Islamic Index (JII) ditutup menguat. Indeks berisi 30 emiten unggulan syariah ini ditutup menguat 3,705 poin (0,58%) ke level 637,255.
Sementara indeks baru syariah, JII70 ditutup naik 0,950 poin (0,45%) ke level 211,709.
Secara keseluruhan, pasar modal Indonesia hari ini memang bergerak menguat. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terangkat 35,717 poin (0,62%) ke level 5.796,790.
Hingga sesi paska-penutupan perdagangan, total transaksi mencapai Rp3,39 triliun dari 54,29 miliar lembar saham. Meski turun, frekuensu perdagangan saham syariah meningkat menjadi 209.469 kali.
Pemodal asing masih enggan kembali ke lantai bursa saham Indonesia. Di jajaran saham syariah, asing membukukan nett sell selama 5 hari berturut-turut. Hari ini nett sell asing turun separuhnya menjadi Rp244 miliar.
Investor melirik sektor industri yang dianggap memiliki prospek positif. Alhasil, saham industri aneka melesat 2,12 persen. Begitu pula indeks sektor industri dasar yang naik 1,58 persen, dan keuangan sebesar 1,09 persen.
Sebaliknya, sektor pertambangan yang jadi primadona selama terjadi aksi jual malah mengalami koreksi. Indeks sektor pertambangan turun 1,58 persen.
Emiten bluechip syariah pencetak top gainer kali ini adalah INTP yang harga sahamnya melesat Rp500, UNVR Rp200, ASII Rp175, BRPT Rp95, dan TLKM Rp70.
Sebaliknya, yang menjadi top loser adalah ITMG yang harga sahamnya terkoreksi Rp500, PTBA Rp190, LPPF Rp175, PGAS Rp100, dan UNTR Rp75.
Hingga saat ini dollar AS masih belum beranjak dari level Rp15.200. Ketika perdagangan dimulai, mata uang Paman Sam setia berada di level Rp15.226.
Dollar sempat turun ke level Rp15.206, tapi tak bertahan lama.
Pada pukul 16.27, dolar AS menguat 12 poin (0,08%) ke level Rp15.229 per dolar AS. (Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya