Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Toilet. (Foto: Shutterstock)
Dream – Masalah konstipasi atau susah buang air besar (BAB) menjadi momok semua orang. Di balik rasa perih, ternyata masalah pencernaan ini bisa membuat satu keluarga menjadi jutawan. Kok bisa?
Dikutip Dream dari Oddity Central, Selasa 9 Oktober 2018, cerita yang mungkin tak masuk akal ini bermula dari seorang wanita bernama Judy Edwards. Dia mengalami sulit BAB selama bertahun-tahun dan penyakitnya memburuk.
Tim dokter beberapa tahun lalu menyarankan agar Judy menggunakan pijakan kaki di toilet ketika buang hajat. Saran dokter itu berhasil. Judy memberikan saran serupa kepada suaminya, Bill.
Pasutri ini kagum ketika mengetahui “ strategi” pengidap konstipasi agar BAB lancar.

Anak Judie dan Bill, Bobby, melihat konstipasi dan pijakan di toilet menjadi ceruk bisnis. Dia membuat pijakan kaki yang lebih ergonomis dan tidak makan tempat.
“ Tak ada solusi di pasar yang bisa membantu kita untuk memecahkan masalah. Jadi, kami membuatnya,” kata dia kepada CNBC.
Bobby dan orang tuanya mulai merintis bisnis pijakan kaki. Investasi yang ditanamkan sebesar US$35 ribu (Rp533,05 juta). Dana ini digunakan untuk memproduksi pijakan kaki dan mengatur situs. Awalnya, purwarupanya dari kayu, tapi berubah menjadi plastik.
Untuk nama produk, ada beberapa pilihan nama, tapi Squatty Potty yang dipilih. Setelah produk berhasil dibuat, mereka menjual produknya dan menerima pesanan. Salah satunya dari Tiongkok yang memesan 2 ribu pijakan kaki di toilet.

Pada 2011, pada tahun pertama, keluarga Edward berhasil menjual Squatty Potty dengan total nilai US$17 ribu (Rp258,9 juta). Lima tahun kemudian, penjualannya meroket menjadi US$16 juta (Rp243,68 miliar). Penjualanya terus menanjak.
Keluarga ini juga mengirimkan contoh gratis kepada blogger kesehatan untuk meningkatkan kesadaran. Lalu, diundang ke acara Dr. Oz, dan Shark Tank.
Keluarga ini mendapatkan penjualan senilai US$1 juta (Rp15,23 miliar) setelah diundang ke Shark Tank. Mereka juga mendapatkan investasi sebesar US$500 ribu (Rp7,61 miliar) dari Lori Greiner.
Produk Squatty Potty rawan dibajak. Tiruannya sudah ada di pasar. Meskipun sudah ada di pasar, perusahaannya bisa berkembang karena inovasi konstan.
Kini, ada Squatty Potty portabel yang bisa masuk ke ransel dan ada bidet. Lalu, ada program pelatihan pispot yang bernama Squattypottymus.
Keluarga ini juga menanamkan dana sekitar US$250 ribu (Rp3,8 triliun) untuk iklan di Youtube. Video mereka sudah ditayangkan sebanyak 100 juta kali.
Bobby membeberkan rahasia kesuksesan Squatty Potty. Rahasianya adalah efektivitas alat. Dikatakan bahwa posisi jongkok bisa mempermudah orang untuk BAB.
“ Meniru posisi jongkok benar-benar bisa meningkatkan ‘evakuasi’ usus,” kata dia.
Kini, perusahaan keluarga ini telah bernilai sebesar US$30 juta (Rp456,89 miliar).
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya