Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bank Muamalat Mengincar Kenaikan DPK Dari Rebranding Produknya.
Dream – PT Bank Muamalat Tbk berharap pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) hingga akhir tahun bisa menembus angka 10 persen. Target ni diharapkan tercapai seiring eluncurkan program #AyoHijrah.
“ Dalam tahun ini, tiga bulan ke depan naik 10 persen,” kata Direktur Utama Bank Muamalat, Achmad K. Permana, di Jakarta, Senin 8 Oktober 2018.
Sekadar informasi, penghimpunan DPK perseroan pada kuartal II 2018 telah menembus angka Rp43,72 triliun. Perolehan tersebut sedikit menurun 3,59 persen year on year (yoy) dari kuartal II 2017 yang mencapai Rp45,35 triliun.
Menurut Permana, produk #AyoHijrah yang baru diluncurkan bertujuan untuk menyempurnakan masyarakat yang telah atau ingin berhijrah. Dia mengatakan hijrah bukan hanya memperbaiki ibadah dan cara berpakaian.
Masyarakat harus juga melakukan hijrah dalam hal pengelolaan uang dengan cara beralih menggunakan produk perbankan syariah.
Dengan program baru #Ayohijrah, Permana berharap tingkat pertumbuhan DPR perusahaan pada 2019 mendatang bisa tumbuh lebih tinggi. Bank Muamalat bahkan menargetkan pertumbuhan itu bisa mencapai lebih dari 20 persen.
" Kita harap 2019 akan naik 28 persen," kata dia.
Sayangnya, Permana masih enggan menyebutkan berapa target jumlah nasabah dari produk terbarunya.(Sah)
Dream – PT Bank Muamalat Tbk merilis produk teranyarnya, #AyoHijrah. Produk ini merupakan rebranding dari produk terdahulunya.
Salah satu produk yang dikemas ulang adalah tabungan iB Muamalat menjadi iB Hijrah.
Direktur Utama Bank Muamalat, Achmad K. Permana mengatakan, #AyoHijrah ini diluncurkan sebagai pelengkap kaum muslimin yang sudah atau berniat ingin berhijrah.
" Saat ini, tren berhijrah di kalangan muslim sangat besar. Mulai dari pakaian berhijrah, beribadah lebih baik dan seterusnya. Kami ingin memfasilitasi yang berniat berhijrah dari sisi keuangan," kata Permana di Jakarta, Senin 8 Oktober 2018.
Permana mengatakan, seorang Muslim yang ingin berhijrah tak hanya memperbaiki diri dari pakaian dan ibadah, tetapi juga dari sisi keuangan. Apakah sesuai dengan tuntutan agama atau tidak.
" Sudah bagus dari sisi ibadahnya dan kami ingin menjadi menyempurnakan dari ibadahnya, muamalahnya sehingga menjadi mahdoh," kata dia.
Dream – Ilham Habibie dan konsorsiumnya dikabarkan berminat menjadi investor PT Bank Muamalat Tbk. Meski kabar itu santer beredar, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan konsorsium belum mengajukan surat formal terkait rencana tersebut.
Ketua Dewan Komisaris OJK, Wimboh Santoso, mengizinkan siapa saja untuk mengajukan diri sebagai investor di bank syariah ini. Asalkan, harus memenuhi kaidah yang ditentukan.
“ Silakan siapa saja boleh propose. Siapa yang jadi lead konsorsium. Itu silakan, boleh. Tapi, harus propose kepada otoritas,” kata Wimboh di Jakarta, dikutip dari Liputan6.com, Kamis 4 Oktober 2018.
Menurut Wimboh, konsorsium harus menerangkan soal anggotanya dan rencana untuk menyuntikkan modal yang sebelumnya sudah mendapatkan persetujuan anggota.
Jika ingin memberikan dana segar ke Muamalat, Wimboh mengatakan setiap anggota dalam konsorsium harus melampirkan pemberian dana sebesar Rp4 triliun yang ditujukan dalam escrow account.
“ Dalam escrow account, itu nominalnya Rp4 triliun. Setelah ada escrow, baru berbicara. Baik yang jadi anggota, ketua konsorsium, harus kirim surat,” kata dia.
Wimboh mengimbau kepada pihak konsorsium untuk tak hanya melempar wacana investasi jika administrasi belum siap.
“ Kalau hanya bicara, silakan. Tapi surat formal kepada otoritas baru ada, baru siap, baru bicara serius,: kata dia.
(Sumber: Liputan6.com/Maulandy Rizky Bayu Kencana)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya