Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Tidur. (Foto: Shutterstock)
Dream – Jepang dikenal sebagai negara yang punya jam kerja terpanjang di dunia. Tak heran jika banyak warganya menjadi Workaholic karena lebih banyak menghabiskan hari-harinya dengan bekerja.
Meski dikenal sangat sibuk, sejumlah perusahaan menyadari karyawan membutuhkan tidur agar bisa produktif. Beberapa bahkan `sedikit memaksa` pegawai untuk tidur lebih banyak.
Paksaan inilah yang dibuat sebuah perusahaan wedding planner di Jepang. Buat pegawai yang 'banyak tidur`, mereka mendapatkan bonus tambahan karena perusahaan memberikan imbalan berupa poin yang bisa ditukar untuk makan dan minum di kafe.
Dilansir dari Oddity Central, Kamis 18 Oktober 2018, perusahaan itu adalah CRAZY yang menerapkan sistem remunerasi tidur. Sistem ini bertujuan untuk mendorong satuan kerja perusahaannya tidur lebih banyak.
Perusahaan akan meminta karyawan agar menanamkan Airweave, startup yang bertujuan untuk menganalisis tidur dan memonitor pola tidur karyawan.
CRAZY akan memberikan poin berdasarkan seberapa lama karyawan tidur. Perusahaan ini berharap sistem ini bisa mengembalikan kembali gaya hidup dan kesehatan karyawannya. Tentu saja hal ini diharapkan bisa meningkatkan produktivitas.
Sekadar informasi, sistem ini telah diperkenalkan secara resmi pada 10 Oktober 2018. Hasil tesnya melebihi ekspektasi. Karyawan bisa meningkatkan jam tidur, kesehatan, dan produktivitas mereka. Imbalannya memang tidak begitu menarik, tapi sistem remunerasi tidur ini sangat menarik, terutama bagi negara yang punya beban kerja dan kelelahan kerja yang terlalu tinggi.
Semua karyawan harus menempatkan smartphone di kasur dan menyalakan aplikasi Airweave Sleep Analysis, lalu tidur. Software ini akan melacak pergerakan badan selama tidur serta menghitung seberapa nyenyak dan panjang waktu tidurnya.
Setiap kali tidur malam selama enam jam, sekurang-kurangnya, lima hari seminggu, karyawan akan mendapatkan ratusan poin yang bisa ditukar dengan yen. Setiap 100 poin yang didapat akan diubah menjadi 100 yen (Rp13.150). Nah, uang ini bisa digunakan di kafe dan kafetaria kantor CRAZY.
Misalnya, seorang karyawan tidur minimal 6 jam per minggu selama lima malam seminggu. Dia mendapatkan 500 poin atau 500 yen (Rp67.553). Kalau bisa tidur 6 jam selama 6 malam per minggu, karyawan akan mendapatkan 600 poin atau 600 yen (Rp81.064). Kalau bisa tidur 6 jam selama seminggu penuh, mereka kaan mendapatkan 1000 poin atau 1000 yen (Rp135.106).
Karyawan juga bisa mendapatkan bonus 1.000 poin kalau membagikan data tidur kepada perusahaan selama sebulan penuh, meskipun juga tidak mencapai target.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya