Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Alhamdulillah, Ketiga Indeks Syariah Menghijau Hari Ini.
Dream - Indeks syariah bergerak menguat perkasa di tengah laju kurs rupiah terhadap dollar AS yang masih mengalami tekanan. Investor masih cukup percaya diri melantai ke bursa saham karena yakin dengan kondisi fundamental maktor ekonomi Indonesia.
Angin positif juga berhembus dari naiknya harga beberapa komoditas utama dunia utamanya minyak mentah.
Saham-saham di sektor infrastruktur dan industri menjadi motor perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu 17 Oktober 2018.
Papan perdagangan BEI mencatat, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup menanjak 1,859 poin (1,07%) ke level 174,684. Indeks ISSI bertahan seharian di zona hijau setelah menguat di 173,740 dan berada di puncak 174,684.
Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), tumbuh 8,225 poin (1,27%) ke level 651,772.
Indeks JII70 naik 2,609 poin (1,23%) ke level 215,169.
Hari ini, investor gemar melantai di bursa. Pasar saham syariah Indonesia mencatat transaksi senilai Rp2,93 triliun hingga sesi paska-penutupan dengan volume mencapai 34,69 miliar saham.
Pemodal asing juga cukup aktif bertransaksi di pasar modal syariah domestik. Tercatat dana yang hilir mudik mencapai Rp1,48 triliun dengan 6,74 miliar saham syariah yang ditransaksikan. Sayang, asing masih membukukan nett sell sebesar Rp849 miliar..
Investor lebih suka bermain saham di sektor infrastruktur, industri dasar, dan pertanian. Ketiga indeks ini meroket masing-masing 2,71 persen, industri dasar 1,66 persen, dan pertanian 1,53 persen.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat 30 poin (0,19%) ke level Rp15.211 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya