Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Sumber: Shutterstock
Dream - Pendidikan adalah hak setiap anak untuk dapat kesempatan mengembangkan diri dengan maksimal. Semakin tinggi jenjang pendidikan yang ditempuh oleh anak, peluang dalam berkarir idealnya akan lebih besar. Hal ini tentu akan membantu anak dalam meraih masa depan yang baik.
Namun saat ini dana pendidikan di Indonesia dapat dikatakan tidak murah. Setiap tahunnya, dana pendidikan di negara kita mengalami kenaikan. Oleh sebab itu, menyiapkan dana pendidikan anak seawal mungkin sangat penting.

“ Setiap rumah tangga harus mempersiapkan uang pendidikan yang memang tinggi, dan memang dibuktikan bahwa pendidikan tinggi dapat mempersiapkan bekal sang anak untuk menjadi genarasi unggulan” jelas Ivan Ahda, Pegiat Pendidikan Ketua Jaringan Semua Murid Semua Guru pada acara launching Prudential PRUCerah, 8 Juli 2021.
Mengingat banyaknya jumlah dana yang harus dikumpulkan, dibutuhkan strategi dalam mengatur keuangan, yuk simak tipsnya.
Mulailah mengatur keuangan sedini mungkin untuk merencanakan dana untuk pendidikan anak kelak. Bicarakan dengan pasangan perencanaan biaya untuk pendidikan anak dari awal menikah seperti yang dilakukan Donita.

“ Dulu aku dapat PTN, tapi ayah meninggal dunia dan aku harus menunda untuk kuliah. Akhirnya aku pergi ke Jakarta untuk bekerja.” cerita selebriti Donita Nugroho pada kesempatan yang sama.
Agar hal yang terjadi pada Donita tidak terulang kepada sang buah hati, ia dan sang suami mempersiapkan tabungan anak ke depannya.
Temukan potensi kecerdasan anak agar orangtua dapat memfasilitasi dan memberikan stimulasi yang tepat. Potensi ini biasanya berasal dari pengembangan karakter dan apa yang ingin kita berikan kepada dunia.

“ Kenali anak kita dulu, jangan cap bodoh seorang anak yang tidak bisa dalam satu bidang. Bisa saja memang bakatnya bukan disana. Jadi kenali potensi mereka dan kenalkan mereka dengan hal-hal baru yang agar potensinya bisa digali” tambah Donita.
Dibutuhkan usaha untuk dapat mengenali dan mengasah potensi diri agar. Sahabat Dream dapat meminta bantuan psikolog yang kompeten membantu anak menggali potensinya.
Dalam menyiapkan asuransi pendidikan, hal paling penting adalah mengetahui tujuannya terlebih dahulu.
Untuk memilih produk yang tepat, jika untuk jangka pendek bisa memilih tabungan pendidikan, sedangkan jangka panjang bisa menggunakan asuransi pendidikan.
Sejalan dengan hal ini PT Prudential Life Assurance meluncurkan solusi Asuransi Jiwa Syariah PRUCerah. Asuransi berbasis Syariah pertama di industri asuransi jiwa Indonesia ini menawarkan manfaat dana pendidikan bulanan dan tambahan dana pendidikan.

“ Inovasi PRUCerah diharapkan dapat membantu memastikan perjalanan panjang orang tua untuk memenuhi kebutuhan pendidikan tinggi anak-anak terus terlindungi secara optimal dari berbagai risiko.” jelas Jens Reisch, President Director Prudential Indonesia pada kesempatan yang sama.
PRUCerah ditujukan bagi orang tua berusia 19-55 tahun yang sedang mempersiapkan pendidikan anak mereka usia 1-18 tahun dengan pilihan masa pembayaran kontribusi yang fleksibel yaitu selama 5 tahun atau hingga anak mencapai jenjang pendidikan tinggi.
PRUCerah menawarkan manfaat dana pendidikan yang dapat digunakan sebagai bekal untuk pendidikan tinggi dan juga memberikan manfaat bebas kontribusi ketika orang tua meninggal dunia, menderita cacat total dan tetap atau kondisi kritis.
“ Kami harap PRUCerah dapat menjadi jawaban dengan manfaat perlindungannya yang beragam, mulai dari manfaat dana pendidikan hingga manfaat bebas kontribusi, termasuk yang disebabkan oleh kondisi kritis” tutup Himawan Purnama, Managing Director for Customer Solution & Delight Prudential Indonesia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya