Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (gizmodo.com.au)
Dream - Typo atau kesalahan mengetik/menulis adalah bagian lumrah dari manusia. Namun bagi calon doktor di Harvard Business School, Andrew Brodsky kesalahan kecil tak disengaja itu justru bisa mengungkapkan sifat seseorang lebih dari yang kita duga.
Typo, menurut Brodsky, bukan sekadar kesalahan memalukan yang memang kadang terjadi. Tapi typo juga merupakan jendela untuk melihat emosi Anda.
Ketika Anda berbicara sambil berhadapan dengan seseorang, ada banyak petunjuk tak disengaja yang muncul ketika merasakan sesuatu dari pembicaraan itu.
" Saat itu sangat sulit menyembunyikan perasaan lewat wajah," katanya. " Kita langsung menunjukkannya. Kita meringis, kita mengerutkan kening, kita berpaling."
Tapi emosi semacam itu tidak terjadi pada email. Secara emosional, itu jarang terjadi.
“ Masalahnya, sesuatu tidak mudah terselip melalui email karena kita bisa membaca ulang sebelum mengirimnya,” seperti dikutip Dream dari laman businessinsider.com, Selasa, 2 Juni 2015.
Email memberi kekuasaan penuh bagi penggunanya tentang presentasi emosi. Sejauh ini, sebagian besar penelitian dalam komunikasi email lebih fokus pada petunjuk disengaja - kapitalisasi, penggunaan kata, emosi.
Tapi Brodsky menunjukkan bahwa email dengan typo berisi petunjuk emosional yang tidak disengaja juga.
Apakah mungkin bahwa kesalahan ketik yang dikirim kepada bos, rekan, mitra, dan ibu bisa menunjukkan emosi yang tidak disengaja? Jawaban singkat: ya.
Ketika Brodsky menyuruh subjek percobaan untuk membaca email marah dari pengirim fiktif, mereka terlihat bertambah marah ketika menemukan kesalahan ketik.
Sebaliknya, ketika ia melakukan hal yang sama dengan email gembira, hasilnya sama: Kesalahan ketik yang dibuat pengirim dianggap sebagai yang menyenangkan.
Brodsky menyamakan typo seperti tinju di udara.
" Typo merupakan amplifier emosi. Dalam situasi di mana seseorang merasa bangga, jika mereka mengepalkan tinju mereka di udara, akan membuat mereka tampak lebih bangga," katanya.
" Jika mereka marah, maka akan membuat mereka tampak lebih marah." (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya