7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ilustrasi
Dream - Diterpa kemalangan dua kali, maskapai pelat merah Malaysia memutuskan mengganti nama perusahaan. Ironisnya langkah dari maskapai bernama Malaysia Airlines itu harus diikuti Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) 6.000 orang stafnya.
Langkah drastis ini terpaksa ditempuh sebagai bagian restrukturisasi bisnis perusahaan sekaligus langkah maju usai musibah fatal dua pesawatnya.
Bos baru Malaysia Airlines, Cristoph Mueller akhir pekan lalu mengatakan, bisnis perusahaan akan berjalan seperti biasa sambil menunggu proses perubahan ini.
Mengutip laman Dailymail.co.uk, Senin, 1 Juni 2015, nama baru Malaysia Airlines ini akan diumumkan pada pekan ini. Dijadwalkan, perusahaan akan beroperasi penuh pada September.
Mueller, spesialis penyembuh maskapai yang sakit, sebelumnya tercatat sebagai pengelola maskapai kargo Irlandia, Aer LIngus. Kehadiran pria berusiA 52 tahun ini diharapkan bisa menyembuhkan maskapai Malaysia ini dari keterpurukan sejak setahun yang lalu.
Kedatangan Mueller ini bertepatan dengan kondisi Malaysia yang harus memangkas biaya Malaysia AirlineZ. Persaingan maskapai berbiaya murah memaksa maskapai ini harus segera bangkit.
Analis menyebutkan biaya produksi Malaysia AirlineZ 20 persen lebih besar dibandingkan pesaingnya.
Tak cuma dari segi bisnis, Malaysia AirlineZ juga harus berkutat dengan intervensi pemerintah yang ingin menggenjot pariwisata. Padahal kota tujuan yang mesti dilayani tak menguntungkan sama sekali.
Malaysia AirlineS terpaksa tetap mempekerjakan para pegawainya meski menyadari biaya yang harus ditanggung. Kedekatan politik sebagai perusahaan milik pemerintah membuatnya sulit memangkas pekerja.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?