Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto : Shutterstock
Dream - Hari Idul Fitri telah tiba. Tentu saja momen ini sangat dinanti-nantikan oleh jutaan umat muslim di seluruh dunia, khususnya Indonesia. Terlebih anak kecil yang sudah menunggu-nunggu untuk menerima angpau atau disebut juga salam tempel.
Ya, salam tempel atau angpau merupakan salah satu tradisi lebaran berupa pemberian amplop berisi sejumlah uang. Namun seiring berjalannya waktu, adapula yang memberikannya tanpa amplop. Angpau tersebut diberikan oleh orang dewasa, terutama yang sudah bekerja, kepada anak yang lebih muda atau anak kecil.
Walau sudah menjadi tradisi, namun masih sedikit orang yang mengetahui asal usul angpau lebaran. Nah, jika kamu ingin tahu bagaimana asal usulnya, simak ulasannya berikut ini!

Layaknya masyarakat Tionghoa, masyarakat Arab juga mempunyai tradisi memberi angpau. Di Arab tradisi ini disebut Eidiyah. Setelah melaksanakan salat Idul Fitri, masyarakat Arab biasanya berkumpul di masjid, bersalam-salaman, dan memberi hadiah. Tradisi inilah yang kemudian juga dilakukan oleh masyarakat di Indonesia saat Lebaran yang lebih dikenal dengan sebutan salam tempel.
Dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), salam tempel berarti salam yang disertai uang (atau amplop berisi uang) dan sebagainya yang diselipkan dalam tangan orang yang disalami. Tradisi memberikan uang saat setelah Shalat Ied ini pun terus dilakukan oleh masyarakat Indonesia sampai saat ini.

Ternyata, tradisi ini berasal dari awal abad pertengahan. Saat itu, kekhalifahan Fatimiyah membagikan uang, permen, ataupun pakaian pada anak-anak dan orang tua di hari pertama Idul Fitri. Namun, di akhir periode Ottoman, eidiyah berubah menjadi memberikan sejumlah uang tunai dalam pecahan-pecahan yang lebih kecil. Uang ini biasanya diberikan oleh orang tua kepada anak-anak mereka.
Tidak sampai di situ, eidiyah berkembang seiring juga berkembangnya teknologi. Bukan hanya berupa uang, kadang-kadang orang tua memberikan smartphone ataupun konsol game sebagai hadiah untuk anak mereka.

Meskipun begitu, bukan berarti eidiyah menggunakan uang tunai sudah ketinggalan zaman. Nyatanya, masih ada orang tua yang lebih memilih menggunakan uang tunai. Hal ini untuk mengajarkan anaknya soal mengatur keuangan.
Kebiasaan ini pun akhirnya juga menular ke berbagai negara-negara islam tak terkecuali di Indonesia. Di Indonesia, lebih banyak memberi THR menggunakan amplop bergambar menarik untuk anak-anak. Bahkan, di masa menjelang lebaran, akan banyak ditemukan angpao-angpao atau amplop bergambar yang dijual di toko-toko.
Salam tempel atau angpau biasanya nggak hanya diberikan oleh orangtua, tapi juga oleh kerabat dekat yang lebih tua, sudah bekerja, dan sudah menikah. Angpau juga biasanya diberikan oleh tetangga yang didatangi saat bersilaturahmi dan bermaaf-maafan setelah Shalat Ied.

Uang salam tempel biasanya diberikan kepada anak-anak yang masih kecil. Tapi terkadang, uang salam tempel atau angpau nggak hanya diberikan pada yang masih kecil. Yang sudah duduk di bangku SMA atau yang sudah kuliah pun juga diberikan angpau saat Lebaran oleh orangtua, om, tante, kakek, atau neneknya. Semua tergantung kebiasaan dalam lingkungan masing-masing. Biasanya jumlah atau nominal uang yang diberikan juga disesuaikan dengan usia penerimanya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya