Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Indeks Syariah Kompak Turun Hari Ini, Kamis 7 Februari 2019. (Foto: Shutterstock)
Dream - Indeks syariah berbalik melemah pada penutupan perdagangan Kamis, 7 Februari 2019. Pelemahan terjadi di tengah setelah Bank Indonesia (BI) mengumumkan cadangan devisa Indonesia di akhir Januari 2019 turun dibandingkan bulan sebelumnya.
BI melaporkan cadangan devisa Indonesia berada di posisi US$ 120,1 miliar, atau turun sekitar US$600 juta dari posisi akhir Desember 2018 di level US$ 120,7 miliar. Penurunan ini terutama dipicu pembayaran utang luar negeri pemerintah.
Sentimen tersebut membuat bursa saham nasional berguguran meski sentimen dari global sebetulnya membawa angin segar dari kemungkinan meredanya perang dagang AS-China.
Papan perdagangan Bursa Efek Indonesia menunjukan, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), gagal bertahan setelah dibuka menguat di level 195,336. ISSI ditutup melemah 0,627 poin (0,32%) ke level 194,466.
Sepanjang perdagangan ISSI bergerak fluktuatif dengan menyentuh level tertinggi di 195,615 dan terendah 194,022.
Indeks bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga ikut bergerak melemah 4,135 poin (0,57%) ke level 722,046. Sementara Indeks JII70, beringsut 1,515 poin (0,62%) ke level 242,041.
Turunnya cadangan devisa Indonesia membuat investor sementara menjauh dari bursa saham Indonesia. Ini terlihat dari laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup dengan koreksi 11,420 poin (0,17%) ke level 6.536,457.
Investor cenderung menahan dirinya untuk melantai. Mereka lebih banyak menjual saham di sektor pertanian, pertambangan, dan manufaktur. Ketiga saham ini turun 0,93 persen, 0,84 persen, dan 0,60 persen.
Penguatan indeks infrastruktur 0,23 persen, perdagangan 0,03 persen, dan keuangan 0,01 persen tak cukup kuat menahan laju perdagangan.
Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah BYAN yang harga sahamnya naik Rp300, ISAT Rp190, BIRD Rp180, INTP Rp175, dan KINO Rp150,
Sebaliknya, harga saham CPIN turun Rp225, SRTG Rp180, AKRA Rp175, UNVR Rp175, dan KAEF Rp160.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, rupiah sedikit lesu. Nilai tukar dolar AS menguat tipis 46 poin (0,33%) ke level Rp13.956 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya