Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Keuangan Syariah Butuh Bantuan Jepang

Reporter : Syahid Latif
Jumat, 14 November 2014 09:03
Keuangan Syariah Butuh Bantuan Jepang
Pada September lalu, Jepang baru saja menerbitkan J-Sukuk senilai US$ 500 juta yang dicatatkan di Malaysia.

Dream - Peran Jepang dalam pertumbuhan pasar keuangan syariah terus meningkat. Jepang belum lama ini bahkan menerbitkkan surat utang syariah (Sukuk) pertamanya pada September lalu.

RAM Rating disela Islamic Finance Conference di Kuala Lumpur, Malaysia menilai reformasi pajak yang diperkenalkan Jepang pada 2011 telah membuat persaingan J-sukuk dan obligasi konvensional menjadi berimbang.

Mengutip laporan thestar.com.my, Jumat, 14 November 2014, amandemen aturan dari Japanese Securitisation Law untuk memfasilitas penerbitan J-Sukuk juga telah membantu perkembangan pasar keuangan syariah ini.

Meski belum ada penerbitan J-Sukuk di pasar Jepang, BTMU Malaysia Bhd yang merupakan anak usaha dari Bank og Tokyo-Mitsubishi UFJ telah membuat langkah penting.

Pada September lalu, Jepang baru saja menerbitkan J-Sukuk senilai US$ 500 juta yang dicatatkan di Malaysia.

Konferensi kali ini digelar RAM dan Rating and Investment Information Inc (R&I) yang merupakan agen rating surat utang terbesar Jepang dengan pengalaman 40 tahun di pasar surat tang dan pemeringkatan surat utang.

Lebih dari 150 peserta konferensi merupakan lembaga keuangan, perusahaan asuransi, dana pensiun, dan korporasi Jepang.

Beri Komentar