Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Stanchart Tutup Cabang di Asia, Afrika, dan Timur Tengah

Reporter : Ramdania
Kamis, 13 November 2014 14:14
Stanchart Tutup Cabang di Asia, Afrika, dan Timur Tengah
Bank besar asal Inggris, Standard Chartered, tengah mengalami kesulitan keuangan. Penurunan laba dan berbagai alasan menyebabkan bank ini harus menutup beberapa cabangnya.

Dream - Bank Standard Chartered (Stanchart) berencana menutup 100 cabangnya yang tersebar di Asia, Afrika, dan Timur Tengah. Upaya ini sebagai langkah penghematan. Diperkirakan sekitar US$ 400 juta dana yang bisa dihemat dari penutupan cabang-cabang itu.

Bank asal Inggris ini memiliki 1.248 cabang di dunia dan lebih dari 10 juta nasabah di 34 negara. Bank ini memang mengalami penurunan laba hingga 30% akibat penurunan harga sahamnya.

Selain itu, Standard Chartered sempat dikenakan sanksi sebesar US$ 667 juta atas pelanggaran terhadap pemerintah Iran pada tahun 2012. Bank ini juga mengalami kenaikan kredit macet di China dan India.

" Kami mengakui kinerja kami akhir-akhir ini mengecewakan, tapi kami bertekad memperbaikinya sehingga bisa tumbuh berkelanjutan dan memberikan keuntungan yang melebihi modal," ujar Direktur Keuangan Standard Chartered, Andy Halford, seperti dikutip dari Arabian Business, Kamis, 13 November 2014.

Pihak Bank belum memutuskan cabang di negara mana di kawasan Timur Tengah yang akan ditutup. Saat ini Standard Chartered telah hadir di 5 negara di kawasan ini ditambah di Yordania, Libanon, dan Irak.

" Cabang yang akan ditutup ini akan ditarik ke seluruh cabang kami di kawasan Asia, Afrika, dan Timur Tengah," jelas juru bicara Standard Chartered.

Di Uni Emirat Arab, Standard Chartered memiliki 14 kantor cabang. Negara ini merupakan pasar terbesar kelima bank itu.

Berita ini merupakan pukulan bagi pihak bank. Apalagi sebelumnya diumumkan Standard Chartered telah menutup ribuan rekening Usaha Kecil Menengah dalam negeri.

Dalam sebuah pernyataan pada saat itu, pihak Standard Chartered menegaskan akan menghormati perjanjian-perjanjian pinjaman dengan nasabah. Namun, nasabah yang harus ditutup rekeningnya itu memiliki omzet penjualan sekitar US$1 juta-35 juta. (Ism)

Beri Komentar