Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bank Standard Chartered
Dream - Bank Standard Chartered (Stanchart) berencana menutup 100 cabangnya yang tersebar di Asia, Afrika, dan Timur Tengah. Upaya ini sebagai langkah penghematan. Diperkirakan sekitar US$ 400 juta dana yang bisa dihemat dari penutupan cabang-cabang itu.
Bank asal Inggris ini memiliki 1.248 cabang di dunia dan lebih dari 10 juta nasabah di 34 negara. Bank ini memang mengalami penurunan laba hingga 30% akibat penurunan harga sahamnya.
Selain itu, Standard Chartered sempat dikenakan sanksi sebesar US$ 667 juta atas pelanggaran terhadap pemerintah Iran pada tahun 2012. Bank ini juga mengalami kenaikan kredit macet di China dan India.
" Kami mengakui kinerja kami akhir-akhir ini mengecewakan, tapi kami bertekad memperbaikinya sehingga bisa tumbuh berkelanjutan dan memberikan keuntungan yang melebihi modal," ujar Direktur Keuangan Standard Chartered, Andy Halford, seperti dikutip dari Arabian Business, Kamis, 13 November 2014.
Pihak Bank belum memutuskan cabang di negara mana di kawasan Timur Tengah yang akan ditutup. Saat ini Standard Chartered telah hadir di 5 negara di kawasan ini ditambah di Yordania, Libanon, dan Irak.
" Cabang yang akan ditutup ini akan ditarik ke seluruh cabang kami di kawasan Asia, Afrika, dan Timur Tengah," jelas juru bicara Standard Chartered.
Di Uni Emirat Arab, Standard Chartered memiliki 14 kantor cabang. Negara ini merupakan pasar terbesar kelima bank itu.
Berita ini merupakan pukulan bagi pihak bank. Apalagi sebelumnya diumumkan Standard Chartered telah menutup ribuan rekening Usaha Kecil Menengah dalam negeri.
Dalam sebuah pernyataan pada saat itu, pihak Standard Chartered menegaskan akan menghormati perjanjian-perjanjian pinjaman dengan nasabah. Namun, nasabah yang harus ditutup rekeningnya itu memiliki omzet penjualan sekitar US$1 juta-35 juta. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya