Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi IHSG
Dream - Para pencari untung mencoba memanfaatkan kenaikan indeks saham acuan Bursa Efek Indonesia yang telah berlangsung dua hari terakhir. Alhasil, pasar modal Indonesia mengawali perdagangan di zona merah.
Aksi lepas saham pemodal lokal ini membuat pergerakan indeks saham bergerak fluktuatif di awal sesi ini. Karena disaat bersamaan, pemodal asing justru memulai perdagangan dengan berbelanja saham-saham di BEI.
Pada pra pembukaan perdagangan BEI, Jakarta, Kamis, 13 November 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah tipis 2,34 poin (0,05%) ke level 5.046,49.
Laju IHSG masih melemah di sesi pembukaan setelah terpangkas 2,46 poin (0,05%) ke level 5.046,38. Namun hingga setengah jam waktu perdagangan, laju pelemahan IHSG sedikit berkurang.
Tercatat sudah 101 emiten yang melaju di zona hijau sementara 76 lainnya melemah. Transaksi perdagangan melibatkan 5,7 juta saham senilai Rp 580,18 miliar.
Keputusan para pemodal yang melakukan aksi ambil untung juga membuat dua indeks saham syariah bergerak lemah di awal pembukaan perdagangan.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dibuka melemah ke level 161,53. Namun laju ISSI sedikit lebih baik dari IHSG karena beberapa kali menembus zona hijau.
Sampai 30 menit waktu perdagangn, ISSI tercatat sudah mulai menguat tipis 0,05 poin (0,03%) ke lebel 161,62. ISSI saat ini telah dihuni oleh 72 emiten yang bergerak menguat dan 39 lainnya melemah.
Pelaku pasar tercatat sudah mentransaksikan 4,21 juta saham dengan nilai Rp 412,68 miliar.
Saat ini laju ISSI masih terus fluktuatif seiring maraknya aksi jual beli pelaku pasar.
Kondisi yang sama dialami saham-saham beluchips syariah. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) pagi ini dibuka melemah ke level 663,63 pada sesi pra pembukaan.
Indeks JII juga sempat menyentuh zona hijau dengan mencetak level tertinggi di 664,13. Tercatat 13 emiten bluechips syariah terperosok ke zona merah sementara 13 lainnya mampu bertahan di teritori positif.
Saat ini indeks JII sedang berada dalam tekanan dengan mencetak koreksi 0,81 poin (0,12%) ke level 663,10.
Pelemahan sebagian besar indeks saham acuan tejadi di tengah bursa saham regional yang justru bergerak menguat.
Indeks Nikkei Jepang dan Hang Seng yang dibuka melemah kini telah menanjak 0,27 persen dan 0,01 persen. Sementara Kospi Korea Selatan dan Shanghai Composite melemah 0,02 persen dan 0,04 persen.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya