Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah merestui pembelian bank yang pernah disuntik dana talangan oleh pemerintah sebesar Rp 7,94 triliun itu kepada perusahaan investasi asal Jepang, J Trust Co, Ltd. Pihak OJK telah mengeluarkan hasil kajiannya kepada LPS.
" Sudah selesai hasilnya sudah disampaikan ke LPS, proses selanjutnya di LPS, suratnya saya kirim kemarin," ujar Dewan Komisioner OJK Bidang Perbankan Nelson Tampubolon saat ditemui di Jakarta, Rabu, 12 November 2014.
Menurut Nelson, ada beberapa hal yang menjadi kriteria yang harus diteliti untuk investor yang ingin membeli bank ini. Salah satunya adalah sumber dana untuk pembelian. Namun, untuk pihak yang ingin membeli bank dalam proses penyehatan mendapatkan kekhususan yaitu memiliki batas waktu pembelian yang lebih panjang.
" Kalau jadi pemegang saham pengendali kan jaminan kemampuan keuangannya harus terlihat, kemudian kalau mau mengambil alih kepemilikan bank, itu sumber dananya dari mana, kan tidak boleh dari pinjaman, atau yang menyangkut money laundry atau sumber kejahatan itu tidak boleh," ujarnya.
" Kemudian si perusahaan ini sendiri, pemegang saham kendali artinya pemilik terakhirnya, integritasnya harus kita cek juga, makanya kita minta info OJK Jepang sana, juga info dari Kantor Bank Indonesia di sana," tambahnya.
LPS mengharapkan proses penjualan saham Bank Mutiara akan beres sebelum tanggal 21 November 2014. Berdasarkan isu yang berkembang, LPS melepas bank ini jauh dari nilai dana talangannya. Kisaran harga penjualan adalah Rp 4-5 triliun. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya