Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://merdeka.com)
Dream - Usai mendekam di zona merah sekitar satu pekan, indeks saham acuan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini langsung ditutup melesat tinggi. Tak hanya menembus level psikologis, pasar lantai bursa juga dibanjiri dana asing.
Sentimen positif kembali cairnya suhu politik di Indonesia tampaknya membuat pelaku pasar yakin untuk kembali menginvestasikan dananya di Indonesia. Pidato Presiden Joko Widodo di forum APEC juga dianggap memberikan angin segar bagi para pemodal asing.
Pada penutupan perdagangan BEI, Jakarta, Selasa, 11 November 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 66,89 poin (1,35%) ke level 5.032,28.
Meski menguat tipis di awal perdagangan, aksi beli pemodal asing yang hampir menembus Rp 1 triliun membawa IHSG melesat tinggi.
Laju IHSG yang dibuka di level 4.971,12, hanya menyentuh posisi terendah di 4.970,49. Sebelum aksi ambil untung terjadi jelang penutupan, IHSG sempat menyentuh level tertinggi 5.043,52.
Penguatan IHSG kali ini ditopang kenaikan harga saham dari 202 emiten. Sisanya, sebanyak 111 emiten bergerak melemah dan 85 lainnya stagnan.
Pelaku pasar memperdagangkan tak kurang 50 juta saham dengan dana yag mengucur mencapai Rp 5,23 triliun.
Pemodal asing sore ini mengguyur pasar modal Indonesia dengan dana lebih dari Rp 900 miliar.
Seluruh indeks saham acuan bergerak di zona hijau dengan kenaikan tertinggi dialami emiten infrastruktur sebesar 2,16 persen. Diikuti emiten industri aneka 1,92 persen dan pertambangan 1,87 persen.
Banjirnya dana asing di pasar modal Indonesia juga membawa dua indeks saham syariah melompat tinggi. Bahkan kenaikannya melebihi laju IHSG.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup menguat 2,25 poin (1,42%) ke level 161,07. ISSI bergerak nyaman di zona hijau dan menyentuh level terendah di 159,01.
Sebanyak 125 emiten syariah menutup perdagangan di zona hijau sementara 65 lainnya melemah.
Lantai bursa Indonesia hari ini dimeriahkan 33,34 juta saham dengan nilai mencapai Rp 3,86 triliun.
Indeks ISSI sebetulnya bisa menguat signifikan sebelum aksi jual pelaku pasar kembali menekan di jelang penutupan perdagangan.
Kenaikan signifikan dialami indeks saham bluechips syariah yang sore ini ditutup menguat 12,02 poin (1,85%) menuju level 661,67.
Laju saham unggulan syariah yang bergerak di zona positif mendominasi daftar emiten penghuni JII. Sebanyak 26 emiten bluechips syariah bergerak menguat sementara 4 lainnya tertahan di zona merah.
Dari kawasan regional, sejumlah indeks saham utama Asia juga melaju di zona hijau. Nikkei Jepang memimpin laju kenaikan indeks usai menguat 2,05 persen, diikuti Hang Seng 0,27 persen, dan Kospi Korea Selatan 0,24 persen.
Di kala pasar modal kebanjiran dana asing, laju rupiah justru tersengat aksi pelemahan. Rupiah sore ini terdepresiasi 61 poin (0,5%) menjadi 12.216 per dolar AS. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya