Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://merdeka.com)
Dream - Aksi beli pelaku pasar mendorong indeks saham acuan di Bursa Efek Indonesia (BEI) terus menguat. Efek sambutan positif investor asing terhadap pidato Presiden Joko Widodo di ajang APEC masih terasa di lantai bursa.
Sentimen dari bursa Wall Street yang bergerak positif juga ikut mendorong pelaku pasar untuk melakukan aksi beli. Ditambah lagi mulai kondusifnya kondisi perpolitikan di Tanah Air.
Pada pra pembukaan perdagangan BEI, Jakarta, Rabu, 12 November 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menguat 14,95 poin (0,30%) ke level 5.047,24.
Di sesi pembukaan, IHSG kembali menanjak 15,15 poin (0,3%) ke level 5.047,44. Hingga 10 menit perdagangan, laju IHSG masih positif mesti dengan pergerakan cukup fluktuatif.
Penguatan didorong kenaikan harga saham dari 21 emiten sedangkan 8 lainnya melemah.
Pelaku pasar tercatat sudah mentransaksikan 73.199 lembar saham senilai Rp 32,4 miliar di awal perdagangan ini. Aksi belanja pemodal asing masih terus berlanjut dengan mencetak nett buy sekitar Rp 20 miliar.
Bahkan jingga 10 menit perdagangan, dana asing semakin banyak membanjiri pasar modal Indonesia dengan mencatatkan nett buy Rp 127 miliar.
Aksi beli investor ini membuat hampir seluruh indeks sektor saham bergerak di zona hijau. Hanya emiten di bidang perdagangan yang tertinggal di zona merah.
Kenaikan indeks saham sektoral dipimpin emiten sektor industri aneka, pertambangan, dan infrastrutk
Kembali menghijaunya IHSG juga membuat Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) cukup nyaman mengawali perdagangan di zona hijau. ISSI pagi ini dibuka menguat 0,51 poin (0,32%) ke level 161,59 di sesi pra pembukaan.
Laju kenaikan ISSI terus berlanjut di sesi pembukaan usai naik naik 0,52 poin (0,33%) ke level 161,60.
Sebanyak 16 emiten syariah memilih mengawali perdagangan di zona hijau. Sementara 7 lainnya masih belum mampu keluar dari tekanan jual.
Di awal pembukaan, pemodal telah mentransaksikan tak kurang dari 56.315 lembar saham bernilai Rp 15,38 miliar.
Laju penguatan lebih cepat dialami saham-saham bluechips syariah. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) dibuka naik 3,06 poin (0,46%) ke level 664,73. JII kembali menguat 3,13 poin (0,47%) ke level 664,81 di sesi pembukaan.
Dari kawasan regional, laju indeks saham utama di Asia bergerak variatif. Nikkei Jepang dan Hang Seng bergerak menguat masing-masing 1,2 persen dan 0,27 persen. Sebaliknya, Shanghai Composite dan Strait Times melemah 0,16 persen dan 0,05 persen.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya