Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Masih adanya masyarakat Indonesia yang menilai sistem keuangan syariah hanya untuk umat Islam atau menyiratkan misi agama Islam menjadikan salah satu sistem keuangan ini belum dapat berkembang di tanah air.
Pengamat keuangan syariah Gunawan Yasni menyatakan keeksklusifan sistem keuangan syariah ini harus dihilangkan agar produk-produk keuangan syariah bisa lebih diterima di tanah air.
" Yang dibutuhkan itu menjadikan finacial inclusion, syariah harus inklusif bukan eksklusif. Saya prihatin kejadian di Bali karena tanggapan masyarakat yang menilai syariah itu eksklusif," ujarnya kepada Dream.co.id, Selasa, 11 November 2014.
Menurut Gunawan, di luar negeri, banyak pakar ekonomi yang mulai fokus terhadap sistem keuangan syariah dan mulai menerapkan sistem ini, meski negaranya memiliki jumlah populasi muslim yang tidak begitu besar.
" Padahal di luar negeri sudah sekian tahun berjalan bahwa keuangan syariah inklusif. Pakar-pakarnya juga tidak didominasi oleh syekh atau sarjana muslim, tetapi banyak yang dari non muslim seperti yang dari Harvard, mereka orang-orang non muslim yang concern dengan keuangan syariah. Seperti di Jerman, Thailand, Korea, Jepang, itu bukti syariah itu inklusif bukan eksklusif," tegasnya.
Untuk menjadikan sistem ini sebagai sistem yang inklusif, lanjut Gunawan, perlu dukungan pemerintah. Diharapkan, pada pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla, inklusivitas sistem keuangan syariah dapat terwujud.
Gunawan optimis dengan susunan menteri yang terkait dengan sistem tersebut memiliki visi yang sama dalam mengembangkan keuangan syariah ditambah dukungan dari Wakil Presiden Jusuf Kalla.
" Kuartet mentari yang menggawangi keuangan syariah masih bisa diharapkan. Kalau pemerintah Jokowi saya belum bisa membandingkan, tapi harapan saya di Pak Wapres karena dulu beliau membuat situasi dan kondisi yang akomodatif seperti UU perbankan syariah dan surat berharga syariah negara itu keluar saat wapresnysa Pak JK yang berkoordinasi dengan baik dengan Bu Sri Mulyani, syukur-syukur nanti bisa signifikan yang mereka lakukan," pungkasnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya