Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Pekerja Wanita
Dream - Di tengah perjuangan para pekerja di Indonesia meminta kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2015, para pekerja lokal di Arab Saudi justru sudah terlebih dahulu mendapatkan kabar gembira.
Pemerintah Arab Saudi tengah mempertimbangkan menetapkan upah minimum bagi warga Saudi dan ekspatriat di sektor swasta pada tahun 2015. Khusus untuk pekerja lokal, pemerintah Saudi berencana menetapkan gaji minimum dua kali lebih besar dari pekerja asing.
Harian lokal Saudi Gazette seperti dikutip Dream, Kamis, 13 November 2014, melaporkan, kebijakan ini merupakan bagian dari upaya perlindungan upah pekerja lokal melalui program nasionalisasi pekerjaan.
Dengan upah minimum 5300 riyal atau Rp 17 juta untuk warga Saudi dan 2500 riyal (Rp 8,1 juta) untuk ekspatriat. Lewat iming-iming gaji ini, Kementerian Tenaga Kerja Saudi ingin membuat sektor swasta lebih menarik bagi warga Saudi dan meningkatkan proses nasionalisasi pekerjaan.
Mansour Al-Shethry, ketua Komite Pasar Tenaga Kerja Saudi, mengatakan bahwa selama ini gaji dari 1.600.070 warga Saudi yang bekerja di sektor swasta nilainya lebih kecil dari ekspatriat.
Sebuah studi baru-baru ini, yang dilakukan oleh Bank Dunia dan Kementerian Ekonomi Nasional dan Perencanaan, menunjukkan bahwa nilai gaji warga Saudi yang bekerja di sektor swasta kurang dari warga negara-negara Teluk lainnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya