Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Tak Mengekor IHSG, Indeks Syariah Ditutup Menguat

Reporter : Syahid Latif
Kamis, 13 November 2014 16:25
Tak Mengekor IHSG, Indeks Syariah Ditutup Menguat
Di kala IHSG terpeleset 0,17 poin (0%) ke level 5.048,66, dua indeks saham syariah justru ditutup menguat.

Dream - Indeks saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) sanggup menahan laju pelemahan di tengah aksi ambil untung (profit taking) pelaku pasar.

Sebaliknya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru ditutup flat dengan melemah tipis di zona merah.

Pada penutupan perdagangan BEI, Jakarta, Kamis, 13 November 2014, IHSG terpeleset 0,17 poin (0%) ke level 5.048,66. IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 5.052,48 dan terendah di 5.029,62.

Menguatnya harga saham dari 135 emiten tak mampu melawan koreksi dari 155 penghuni IHSG lainnya. Sementara 107 emiten lainnya memilih stagnan dan 283 emiten sama sekali tak diperdagangkan pelaku pasar.

Transaksi kali ini terbilang sepi karena hanya melibatkan 37,22 juta saham senilai Rp 3,44 triliun.

Investor asing kali ini mulai menahan aksi beli saham dengan hanya mencetak nett buy Rp 141 miliar. Jumlah ini sangat jauh dari aksi belanja asing kemarin yang mencetak angka Rp 2,1 triliun.

Saham-saham andalan investor asing di sektor komoditas dan keuangan kini justru menyeret IHSG ke zona merah. Pelemahan terdalam dialami indeks sektor perkebunan yang turun 0,81 persen dan pertambangan 0,67 persen.

Dua indeks saham syariah yang biasanya mengekor IHSG, kini justru mengambil jalan berbeda.

Indeks Saham Syariah indonesia (ISSI) sore ini ditutup menguat 0,14 poin (0,09%) ke level 161,72. Penguatan dipicu kenaikan harga saham dari 93 emiten sementara 95 lainnya masih tertekan aksi jual investor.

Laju ISSI sepanjang hari ini bergerak variatif usai dibuka melemah di level 161.53. Masih adanya aksi beli investr sempat membuat ISSI menyentuh level tertinggi 161,82.

Sebanyak 24,55 juta saham syariah ditransaksikan pelaku pasar dengan perputaran dana mencapai Rp 2,29 triliun.

Hal yang sama dialami saham-saham bluechips syariah. Meski hanya 17 emiten yang menguat, indeks Jakarta Islamic Index (JII) bergerak naik 1,78 poin (0,27%) ke level 665,70.

Indeks JII hanya meninggalkan 9 emiten di zona merah sedangkan 4 lainnya stagnan di posisi penutupan kemarin.

Turunnya IHSG ke zona merah seiring dengan sejumlah indeks saham utama di Asia. Indeks Kospi Korea Selatan tercatat melemah 0,34 persen sementara Shanghai Composite terkoreksi 0,36 persen.

Disisi lain, indeks Nikkei Jepang dan Hang Seng Hong Kong justru bergerak naik 1,14 persen dan 0,34 persen.

Melemahnya sebagian besar indeks saham acuan di BEI juga ikut terpengaruh kembali melemahnya nilai tukar rupiah. Sore ini, rupiah terpangkas 10 poin (0,08%) menjadi 12.200 per dolar AS.

Emiten bluechips syariah penghuni daftar pencetak kenaikan harga tertinggi dihuni oleh INTP yang menguat Rp 500, diikuti UNTR Rp 500, SMGR Rp 125, MPPA Rp 100 dan UNVR Rp 100 per saham. (Ism)

Beri Komentar