Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden Joko Widodo. (Foto : Kapanlagi.com)
Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyambut baik kampanye nasional Aku Cinta Keuangan Syariah (ACKS) 2015. Gerakan yang dicanangkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) itu dinilai memberi kontribusi penting bagi ekonomi nasional.
" Pangsa pasarnya baru 4,7 persen atau dengan peluang usaha kurang lebih Rp268 triliun. Padahal, potensinya masih terbuka luas," ujar Jokowi saat meresmikan kampanye nasional ACKS 2015 di Jakarta, Minggu 14 Juni 2015.
Menurutnya, pemerintah dan masyarakat perlu memberi perhatian lebih pada sektor jasa keuangan syariah. Sebab, manfaat pertumbuhannya selama ini belum bisa memberi kontribusi secara optimal terhadap perekonomian nasional.
Bagi Jokowi, hal tersebut dipengaruhi oleh minimnya jumlah masyarakat Indonesia yang memiliki akses pada jasa keuangan formal.
" Berdasarkan data bank dunia pada 2014, hanya 36,1 persen dari masyarakat Indonesia yang memiliki account di lembaga keuangan syariah," kata Jokowi.
Meski demikian, Jokowi melanjutkan, Indonesia masih punya kesempatan untuk mengembangkan industri keuangan syariah berkat bonus demografi serta peningkatan jumlah kelas menengah beberapa tahun belakangan.
Terlebih negeri berpenduduk muslim terbanyak di dunia ini, juga tengah mencetak beragam prestasi di sektor jasa keuangan syariah.
" Indonesia merupakan negara dengan jumlah lembaga keuangan mikro syariah terbanyak di dunia. Serta merupakan negara penerbit sukuk terbesar dan satu satunya negara yang menerbitkan sukuk ritel," ujar Jokowi bangga.
Capaian itu mampu menjadi modal awal bangsa dalam melakukan pembangunan nasional.
" Bila semua potensi yang ada saat ini terus dikembangkan, maka kita optimis indonesia akan jadi pusat perkembangan keuangan syariah global," pungkas mantan Walikota Solo itu. (Ism, Laporan: Kurnia Yunita Rahayu)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya