7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Jack Ma (http://wp.jsstatic.com/)
Dream - Jack Ma, pendiri dan CEO Alibaba Group, menjadi orang terkaya di China setelah perusahaannya melakukan IPO dengan nilai mencapai US$ 25 miliar pada September tahun lalu.
Tetapi hasil IPO yang fantastis tersebut ternyata tidak lantas membuat Ma bahagia. Dia mengaku lebih merasa bahagia saat bekerja setelah lulus kuliah.
Setelah lulus pada tahun 1988, Ma bekerja sebagai guru bahasa Inggris di sebuah universitas lokal di kampung halamannya di Hangzhou, China. Waktu itu, dia hanya berpenghasilan US$ 12 per bulan, menurut film dokumenter tentang hidupnya berjudul 'Crocodile in the Yangtze'.
Seperti dikutip dari Enterpreneur, Sabtu, 13 Juni 2015, ketika berbicara pada acara makan siang dengan Economics Club of New York, Ma menyebut periode tersebut sebagai 'kehidupan terbaik yang saya punya'.
" Bila Anda tidak memiliki banyak uang, Anda akan tahu bagaimana menghabiskannya (secara bijak)," Ma menjelaskan. " Tapi begitu Anda menjadi miliarder, Anda memiliki banyak tanggung jawab."
Menurut Ma, jika seseorang memiliki uang kurang dari US$ 1 juta, dia tahu bagaimana menghabiskan uang tersebut dengan baik.
" Tetapi jika punya US$ 1 miliar, itu bukan uang Anda. Uang yang saya miliki saat ini adalah tanggung jawab. Ini kepercayaan orang kepada saya." katanya.
Ma mengatakan dia merasa perlu untuk menghabiskan uangnya 'atas nama publik'.
" Saya menghabiskan dengan cara kami. Ini adalah kepercayaan," katanya.
Ini bukan pertama kalinya Ma berbicara tentang beban menjadi miliarder. Ketika berbicara pada sebuah panel di Clinton Global Initiative di New York, dia menganggap hari-harinya sebagai guru bahasa Inggris sebagai 'fantastis', CNN Money melaporkan.
Dia mengatakan orang dengan US$ 1 juta 'beruntung', tetapi ketika mencapai US$ 10 juta, 'Anda punya masalah'.
Setelah IPO, Ma mengatakan kepada CNBC bahwa dia mendapat tekanan yang datang bersama tanggung jawab. Apalagi sekarang dunia sedang fokus pada harga saham Alibaba.
" IPO tersebut hebat karena ... saya senang dengan hasilnya," katanya kepada CNBC. " Tapi jujur, ketika orang berharap terlalu tinggi pada Anda, Anda memiliki tanggung jawab untuk tenang dan menjadi diri sendiri."
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?