Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dream - Direktur Marketing Eksekutif Saudi Aramco Ahmed Al-Subaey menegaskan, Arab Saudi siap tingkatkan produksi minyak untuk hadapi tingginya permintaan minyak dunia. Menurutnya, tahun ini mungkin nilai produksi minyak Saudi akan mencetak rekor baru.
" Negara-negara pengekspor minyak terbesar di dunia sudah membicarakan bahwa masyarakat India merupakan pembeli yang prospektif untuk tambahan minyak tersebut," ujar Ahmed Al-Subaey seperti dikutip dari MSN, Sabtu 13 Juni 2015.
Ia melanjutkan, mulai Mei lalu, Arab Saudi sudah meningkatkan produksi minyaknya sebanyak 10,3 juta barel perhari. Jumlah tersebut merupakan yang tertinggi sepanjang catatan sejarah.
Untuk setiap peningkatan produksi di pasar minyak dunia, OPEC telah memberi sinyal terus- menerus agar mereka memertahankan pangsa pasar global.
Sebab, strategi tersebut merupakan faktor utama yang membuat kejatuhan harga minyak dunia dalam beberapa tahun terakhir.
" Kami punya persediaan minyak mentah yang amat banyak. Anda tidak akan mendapati potongan apapun dari Arab Saudi," kata Ahmed Al-Subaey.
Secara historis, Arab Saudi hanya pernah menurunkan ekspor minyaknya ketika musim panas, saat permintaan domestik memuncak, akibat cuaca yang amat panas dan kebutuhan masyarakat akan pendingin udara meningkat.
" Kami punya cukup persediaan dan cukup pula untuk melakukan kegiatan produksi. Kami akan menyesuaikannya dengan kebutuhan apapun. Jika pasar membutuhkan, kami akan sediakan," tambah Ahmed.
Menurut Ahmed, Jumat lalu negara-negara anggota OPEC sudah setuju untuk tidak mengubah kebijakan penambahan produksi minyak tersebut dalam waktu enam bulan ke depan.
" India kami harap sebagai pasar utama dari peningkatan permintaan minyak dunia, sebab permintaan di Cina mulai stabil," tutur Ahmed.
(Ism,Laporan Kurnia Yunita Rahayu)
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama


3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya


Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
