Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden Jokowi Menyebut Dolar AS Bukan Tolok Ukur Yang Tepat Bagi Rupiah.
Dream – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak masyarakat untuk tak terlalu berpegang pada nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Nilai tukar rupiah terhadap mata uang Negeri Paman Sam itu dianggap tak mencerminkan nilai fundamental ekonomi Indonesia sesungguhnya.
Menurut Jokowi kurs rupiah seharusnya disandingkan dengan mata uang yang selama ini menjadi mitra dagang utama Indonesia. Mata uang itu adalah yuan dari China, Yen Jepang, atau Euro dari Uni Eropa.
“ Kurs rupiah-dolar AS bukan lagi tolak ukur yang tepat,” kata dia dalam acara “ Sarasehan 100 Ekonom” di Jakarta, Selasa 6 Desember 2016.
Menurut Jokowi, aktivitas ekspor Indonesia ke Negara Paman Sam terbilang kecil, hanya kisaran 9-10 persen. Angka ini lebih kecil daripada angka ekspor Indonesia ke mitra dagang lainnya, seperti Tiongkok dan Jepang.
Dikatakan bahwa ekspor Indonesia ke Tiongkok itu 15,5 persen dari total ekspor Indonesia, Jepang 10,7 persen, dan Eropa 11,4 persen.
“ Harusnya kurs yang relevan adalah rupiah terhadap mitra dagang utama kita. Kalau mitra dagang kita dengan Tiongkok, (tolok ukur yang dipakai itu) reinmimbi/RMB. Kalau dengan Jepang, kita pakai yen,” kata dia.
Mantan gubernur DKI Jakarta ini pun berharap para ekonom dan pebisnis untuk mengedukasi masyarakat tak lagi memantau kurs dengan tolok ukur dolar AS, tapi pada kurs uang negara mitra dagang.
“ Kalau mengukur ekonomi RI hanya pada dolar AS, nantinya (perekonomian) kita akan kelihatan jelek, padahal negara lain mengalami hal yang sama. Ekonomi kita tidak ada masalah,” kata dia.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya