Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kini, Emas Bisa Menjadi Instrumen Keuangan Syariah.
Dream – Sebuah standar perdagangan berbasis syariah untuk komoditas emas akhirnya resmi diluncurkan. Regulasi ini diyakini akan mendorong investasi emas di sektor keuangan syariah.
Standar syariah untuk emas ini juga bisa membuka peluang terciptanya setidaknya lima produk emas syariah untuk tahun depan.
Dilansir dari The National, Selasa 6 Desember 2016, aturan ini dirilis oleh sebuah badan pengembangan pasar emas yang berbasis di London, Inggris, The World Gold Council (WGC) dan the Accounting and Auditing Organization for Islamic Financial Institutions (AAOIFI)—lembaga standardisasi keuangan syariah yang berbasis di Bahrain pada Senin 5 Desembr 2016.
Standar syariah ini akan menjawab semua pertanyaan dari para pemangku kepentingan, ulama, sampai pedagang tentang berinvestasi emas di industri keuangan syariah yang nilainya mencapai US$2 triliun (Rp26.820,12 triliun).
“ Jika 1 persen aset keuangan syariah diwujudkan dalam emas, dalam lima tahun ke depan, nilainya akan setara dengan 500 ton emas,” kata Direktur Perencanaan WGC, Natalie Depster.
Sekadar infomasi, pada triwulan ketiga 2016, permintaan emas sebanyak 992,8 ton. Dengan keberadaan industri keuangan syariah yang diprediksi akan tumbuh menjadi US$3 triliun (Rp40.230,18 triliun) dalam sepuluh tahun mendatang, potensi permintaan emas akan tumbuh lebih besar lagi.
© Dream
Amanie Group’s Founder and Executive Group, Mohd. Daud Bakar, mengatakan, saat ini, ada sedikit pemain internasional di industri emas yang tertarik untuk merilis antara 5-7 produk emas yang mengandung unsur syariah, seperti exchange traded funds (EFTs) syariah.
EFTS syariah ini diprediksi akan menjadi produk yang populer di kalangan pemain emas.
Tak hanya bisa digunakan untuk pasar, standar syariah untuk emas ini juga bisa digunakan untuk perbankan syariah sebagai aset berlikuiditas tinggi untuk memenuhi ketentuan standar bank basel III. Aset likuid berkualitas tinggi ini terdiri dari uang tunai atau aset yang bisa dikonversi menjadi uang tunai dengan sedikit risiko kehilangan nilai.
“ Emas bisa menyesuaiakan dengan peraturan bank sentral dan Basel III. Aturan ini bisa membuka jalan bagi banyak produk karena emas ini sangat likuid,” kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya