Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Jokowi Setuju Ibu Kota Negara Dipindah ke Luar Jawa, ke Mana?

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 29 April 2019 18:15
Jokowi Setuju Ibu Kota Negara Dipindah ke Luar Jawa, ke Mana?
Salah satu pertimbangannya adalah banjir.

Dream – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyetujui rencana pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke luar Pulau Jawa. Ada beberapa pertimbangan yang dilakukan oleh Jokowi salah satunya faktor lingkungan.

Dikutip dari Merdeka.com, Senin 29 April 2019, semula Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN), Bambang Brodjonegoro, menyebut ada tiga lokasi alternatif ibu kota baru Indonesia. Pertama, tetap di Jakarta. Kedua, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Ketiga, di luar Pulau Jawa.

“ Kalau saya, sih, alternatif satu dan dua sudah tidak,” kata Jokowi di kantor Presiden, Jakarta.

Mantan wali kota Solo ini beralasan Jawa merupakan kawasan rawan macet dan banjir. Tingkat pencemaran di kawasan ini juga tergolong sudah berat. 

“ Sungai-sungai di Pulau Jawa merupakan 10 sungai yang paling tercemar di dunia,” kata dia.

Selain itu, degradasi sosial di Jakarta atau Jawa semakin tajam. Lahan di pulau ini pun semakin sempit akibat peralihan fungsi.

“ Informasi yang saya terima, sebanyak 40 ribu hektare lahan yang sangat produktif beralih fungsi di Jawa, setiap tahunnya. Dari sawah ke properti," kata dia.

1 dari 1 halaman

Optimistis Terwujud

Keinginan Jokowi itu disampaikan saat memimpin rapat terbatas Tindak Lanjut Rencana Pemindahan Ibu Kota siang ini. Jokowi optimistis pemindahan ibu kota negara akan terwujud bila dipersiapkan dengan matang.

Pria kelahiran Solo, Jawa Tengah, ini menyadari memindahkan ibu kota negara membutuhkan persiapan yang panjang. Di sisi lain, pemerintah juga perlu menentukan lokasi yang tepat. Sehingga pemindahan ibu kota memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan pemerataan infrastruktur.

" Pemilihan lokasi yang tepat harus memperhatikan aspek geopolitik, geostrategis, kesiapan infrastruktur pendukung dan pembiayaan," kata dia.

Jokowi mengatakan pemindahan ibu kota negara harus memikirkan kepentingan jangka panjang. Pemindahan ibu kota juga harus mempertimbangkan dua hal, yakni pusat pengelolaan pemerintahan dan pelayanan publik serta pusat pengelolaan bisnis.(Sah)

Beri Komentar