Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Tak mau ketinggalan dengan negara lain di dunia, Presiden Joko Widodo mendesak bisnis ekonomi digital untuk segera dikembangkan. Potensi bisnis di sektor padat teknologi ini diakui sangat besar.
" Kalau tidak segera kita kejar kita akan tertinggal oleh negara-negara di sekitar kita,” tegas Joko Widodo usai memimpin Rapat Terbatas tentang Peningkatan Citra Indonesia di Dunia, dikutip dari laman Setkab, Rabu, 28 September 2016.
Presiden menjelaskan, negara besar di dunia saat ini cenderung mulai menggaungkan revolusi industri baru dengan basis pada ekonomi digital. Hampir semua negara berbicara mengenai ekonomi digital.
Indonesia, lanjutnya, memiliki potensi besar untuk mengembangkan ekonomi digital, dan memiliki potensi pasar ekonomi digital yang cukup besar. Negara ini memiliki 250 juta penduduk dan 93,4 juta diantaranya adalah pengguna internet.
Sebagai catatan, jumlah penjualan melalui e-commerce di Indonesia pada 2014 mencapai US$ 2,6 miliar, dengan penetrasi hanya 0,6 persen dari total transaksi retail. Dan bisnis e-commerce dapat membantu 56 juta UMKM yang menyumbang sekitar 55 persen PDB (Produk Domestik Bruto).
Presiden membandingkan kondisi Indonesia dengan Tiongkok yang memiliki pengguna e-commerce hingga 30 persen dan menyumbang peningkatan PDB sebesar 22 persen.
“ Untuk itu, saya minta segera dilakukan percepatan implementasi," tegasnya.
Sebagai langkah awal, Presiden meminta harus dibangun channel antara sistem platform logistik dunia dengan produk-produk yang berada di kampung-kampung, yang berada di desa-desa. Di saat bersamaan, Indonesia juga harus mengambil peran langkah-langkah terobosan untuk memperkuat pelaku ekonomi digitalnya karena potensi anak-anak mudanya yang siap untuk masuk ke dunia ini.
Pemerintah bahkan diinstruksikan agar memprioritaskan pelaku bisnis-bisnis pemula, startup, dalam mendapat akses permodalan.
“ Lakukan deregulasi besar-besaran untuk mendukung berkembangnya industri e-commerce,” katanya.
Kepada Menteri Kominfo Rudiantara, Presiden berpesan agar mempercepat jangkauan infrastruktur telekomunikasi, yang dibutuhkan oleh pelaku-pelaku e-commerce. Ia memberi contoh saat melihat di Alibaba, di Hangzhou, RRT, beberapa waktu lalu, dimana mereka betul-betul merajai dunia karena kepemilikan logistic platform dan juga retail platform yang betul-betul mereka sangat kuasai.
“ Mau tidak mau, itulah juga yang harus kita miliki di Indonesia; logistik platform, retail platform yang apa, yang nantinya bisa menjadi prinsipal dan brand Indonesia sendiri,” tutur Presiden.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya