Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Para Pelajar MAN IC Tengah Mengasah Kemampuan Berwirausaha Di Gedung Smesco (Dream.co.id/Maulana Kautsar)
Dream - Sebanyak 120 pelajar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia (IC) mengasah ide kreatif menjadi wirausaha di Gedung Small and Medium Enterprises and Cooperatives (Smesco). Mereka diajak berkenalan dengan produk-produk Usaha Kecil dan Menengah (UKM).
Direktur Bisnis dan Pemasaran Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan UKM (LLP-KUKM) Kementerian Koperasi dan UKM, Bagus Rachman menilai produktivitas UKM memang harus dimulai sejak usia sekolah.
" Pertumbuhan ekonomi itu salah satunya ditandai dengan produktivitas. Nah, Smesco mewadahi bagaimana agar anak-anak ini mendapatkan ide agar tumbuh menjadi seorang wirausaha," kata Bagus, Rabu, 28 September 2016.
" Jangan sampai nanti ide-ide kreatif yang tergerus saat kuliah. Karena saat kuliah nanti mereka sudah fokus," kata dia menambahkan.
Smesco sebagai laboratorium kewirausaan di Indonesia selama ini membuka diri sebagai wadah belajar bagi mereka yang ingin terjun menggeluti dunia UKM.
" Sebab, kewirausahaan di Indonesia masih tergolong sedikit. Jumlahnya baru sekira 1,6 persen dari total jumlah penduduk Indonesia. Padahal negara-negara maju biasanya memiliki jumlah wirausaha di atas 2 persen. Bahkan, Singapura sudah mencapai tujuh persen," kata dia.
Selain menjadi lokasi belajar, Smesco juga kerap mengadakan agenda kewirausahaan semisal pameran dan workshop. Tidak hanya itu, Smesco kerap mendampingi para mitra usaha mereka.
Pengajar MAN IC, Kusen mengatakan kunjungan ke Smesco sebagai langkah mengenal realitas dunia kewirausahaan. Sebab, di sekolah, kewirausahaan selain menjadi bagian mata pelajaran muatan lokal, juga kerap dipraktikan para murid.
Kusen bercerita, praktik kewirausahaan yang dibuat siswa, misalnya membuat kelompok-kelompok usaha. Kegiatan itu muncul saat ada acara di sekolah.
" Siswa biasanya mendapatkan modal secara patungan atau kerjasama dengan pihak luar sekolah," kata Kusen.
Selain dalam bentuk mata pelajaran, sekolah berkonsep boarding school itu juga memberikan edukasi kepada siswi. Pada jam Salat Jumat, para siswi diajarkan pendidikan keputrian berisi materi merawat tubuh hingga keterampilan.
" Dengan harapan sebagai bekal yang dapat diaplikasikan usai sekolah nanti. Baik untuk keperluan pribadi atau wirausaha," ucap dia.
Pembekalan di bidang wirausaha itu, kata Kusen, diberikan pada kelas XII. Ini sengaja dengan harapan seusai lulus sekolah menengah, para alumnus dapat membekali diri dengan kemampuan wirausaha.
" Banyak alumni kami yang akhirnya memiliki produk-produk kreatif," ujar dia.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya