Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Bangkrut.
Dream - Setiap orang di dunia pernah mengalami masalah finansial. Tapi, ada satu masalah keuangan yang paling dihindari.
Semua orang, terutama yang memiliki bisnis, pasti setuju tak ingin bangkrut. Jika tak punya usaha, pasti tak ingin hidup tanpa memegang uang seperak pun.
Pernah merasa bangkrut? Jika ya, berhati-hatilah. Sebab, dalam kondisi tak punya uang alias tekor, orang-orang kerap membuat keputusan yang salah. Tak percaya?
Sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal Science pada 2013 menemukan kondisi bangkrut membuat orang membuat keputusan buruk. Dalam studi itu, disebutkan bahwa orang yang punya kemampuan finansial yang tinggi, akan mementingkan kenyamanan, sedangkan orang yang punya kemampuan finansial yang rendah cenderung berpikir keras untuk menutup kebutuhan hidupnya dengan biaya yang rendah.
Bagaimana dengan orang yang punya kemampuan finansial tinggi, tapi sedang bangkrut? Studi menyebut mereka bisa saja mengutamakan kenyamanan daripada berhemat dalam keadaan bangkrut.
Berikut ini adalah tiga hal salah yang dilakukan seseorang ketika sedang bangkrut dilansir dari CheatSheet, Rabu 28 September 2016.
© Dream
Ketika bangkrut, hal-hal kecil menjadi sangat berbeda. Setiap kali pergi ke minimarket, biasanya orang membelanjakan uang sebesar Rp26 ribu-Rp39 ribu untuk membeli susu, permen, dan roti di minimarket. Kalau pergi sebanyak 20-30 kali ke minimarket, mereka bisa saja mengeluarkan uang sebesar Rp646 ribu untuk membeli barang-barang ini.
Nah, ketika tidak memiliki uang, kadang-kadang orang lebih suka berbelanja uang di supermarket daripada berbelanja di minimarket. Begitu pula dengan alat-alat kebersihan. Tak jarang orang tetap membeli perangkat pembersih ruangan yang harganya lebih mahal daripada membeli spons, pel, dan sikat WC.
© Dream
Ketika tekor, membayar tagihan seperti tagihan kredit menjadi hal yang sulit. Tapi, tahukah Anda ketika orang yang bangkrut, masih memiliki utang yang tinggi. Sebut saja kredit perumahan dan tagihan kartu kredit. Sebuah kajian dari Bankrate menemukan bahwa orang yang bangkrut, masih tetap berutang dengan bunga yang tinggi. Studi ini menemukan 23 persen orang berutang yang berpenghasilan kurang dari Rp387,64 juta per tahun, memiliki tagihan kartu kredit lebih banyak daripada tabungan.
© Dream
Satu hal bodoh yang dilakukan orang ketika tak punya uang adalah tak memiliki tabungan. Sebenarnya, menabung dalam keadaan seperti ini menjadi sangat susah. Padahal, mereka masih bisa menabung meskipun dengan jumlah yang relatif kecil. Caranya? Cukup menyisihkan uang receh dari sisa-sisa uang yang dimiliki.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya