Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi Menyimpan Uang. (remajakostan.blogspot.com)
Dream – Ada beberapa sarana yang cukup lumrah digunakan untuk menyimpan uang, seperti tabungan, reksa dana, dan deposito. Produk-produk pasar modal pun juga turut digunakan untuk menyimpan harta mereka.
Tapi, ada juga yang menyimpan uang mereka di lokasi yang “tersembunyi”. Cara ini digunakan oleh orang-orang zaman dahulu. Bahkan, cara ini juga tetap digunakan oleh mereka yang tidak mempercayai bank. Sebut saja di bawah bantal atau bahkan di dalam tanah. Cara-cara ini justru merugikan bagi si pemilik dana.
"Menyembunyikan uang di lokasi tersembunyi merupakan ide yang sangat buruk," kata pakar keuangan di Sekolah Bisnis Univesitas Northeastern, Coleen Pantalone, dilansir dari CheatSheet, Selasa 27 September 2016.
Misalnya, kata Pantalone, seseorang menyembunyikan uang mereka di sebuah kotak dan tidak memberitahukan keluarga mereka bahwa ada kotak penyimpanan uang. Ketika dia meninggal, bisa saja kotak tersebut dijual anggota keluarga tanpa mengetahui ada uang miliknya.
Lalu, tempat apa lagi yang paling buruk untuk menyimpan uang? Berikut ini adalah tiga tempat yang harus dihindari jika ingin menyimpan uang.
Mulai dari bawah kasur.
© Dream
Menyimpan uang tunai di bawah kasur biasanya digunakan oleh orang-orang tua zaman dahulu. Cara tradisional ini justru berisiko tinggi. Bisa saja kasur yang digunakan untuk menyimpan uang itu tercuri atau bahkan terbakar.
Daripada menggunakan cara lawas ini, lebih baik menyimpan uang tunai di brankas pribadi. Atau, bisa saja menggunakan jasa penyimpanan uang yang disediakan oleh lembaga keuangan.
© Dream
Menyimpan uang di rekening tabungan memang merupakan salah satu cara yang aman untuk menyimpan uang. Tapi, penyimanpanan uang di rekening bisa merugikan nasabah apabila ingin menyimpan uang dalam jangka panjang.
Selain terkena potongan-potongan yang menyebabkan jumlah simpanan berkurang, imbal hasil yang diberikan bank kepada tabungan tergolong kecil. Oleh sebab itu, tabungan ini cocok menjadi penyimpanan uang untuk jangka waktu yang pendek.
Solusinya, jika ingin menyimpan uang untuk jangka panjang, misalnya pensiun, seseorang bisa menggunakan produk pasar modal, seperti saham. Atau dia bisa saja menggunakan giro untuk menyimpan uangnya.
© Dream
Benda koleksi juga kerap digunakan untuk sarana menyimpan uang. Misalnya, batu akik dan boneka. Masyarakat membeli benda-benda itu untuk dijadikan “investasi”. Benda-benda tersebut bisa menghasilkan nilai yang tinggi ketika tengah booming.
Tapi, tempat ini juga termasuk ke dalam daftar sarana menyimpan uang yang paling buruk. Pertama, pasarnya terbatas. Sulit menemukan calon pembeli yang berniat membeli barang tersebut dengan nilai yang lebih tinggi.
Ke dua, jika memiliki hubungan emosi yang cukup tinggi dengan koleksi, ada kalanya merasa berat untuk melepas barang tersebut kepada orang lain. Jika ingin berinvestasi di barang koleksi, pastikan koleksi ini memiliki nilai yang tinggi dalam waktu yang cukup lama.
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Mau Nonton Grand Final AXIS Nation Cup 2026? Ini Cara Daftar dan Datang ke Istora Senayan

Sambut Tren Warna 2027, JOTUN Hadirkan 24 Warna dalam Koleksi JOURNEYS

16 Tim Futsal Pelajar Siap Berlaga di Grand Final AXIS Nation Cup 2026, Ini Daftarnya