Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Sheikha Hanadi. (Foto: Kapanlagi.com)
Dream – Pelemahan harga minyak tak hanya berpengaruh terhadap situasi ekonomi, tapi juga peran perempuan dalam dunia usaha. Hal ini dikatakan oleh pendiri perusahaan manajemen aset, Amwal, Sheikha Hanadi.
Tak hanya itu, situasi ini membuat pebisnis, terutama wanita, untuk memperhatikan isu kesetaraan gender.
Hanadi mengatakan isu kesetaraan gender ini adalah isu yang bagus dan merupakan isu yang kompleks.
“ Negara kami sangat reaktif terhadap isu-isu berjangka pendek. Kita sangat reaktif terhadap apa yang terjadi sekarang, bukan untuk isu yang berdampak berjangka menengah atau berjangka panjang,” kata dia dilansir dari Arabian Business, Senin 26 September 2016.
Namun, Hanadi mengatakan, isu ini tergantikan oleh lesunya harga minyak dunia di mana berbagai pihak berpikir keras, terutama pengusaha, untuk memikirkan keberlangsungan bisnis. Sebut saja mereka berusaha untuk berhemat dengan memangkas anggaran.
Dia juga mengatakan sebenarnya ini adalah waktu yang tepat untuk membahas isu kesetaraan gender. Hanadi juga mengatakan isu ini bukanlah sekadar urusan persamaan gender, tapi juga masalah bisnis dan pemerintah.
Wanita yang disebut-sebut sebagai pebisnis sukses di Qatar ini mengatakan pencegahan terhadap karyawan wanita yang akan keluar dari pekerjaan menjadi penting. Di negara Teluk, wanita cenderung keluar dari pekerjaannya untuk menikah dan memiliki anak.
“ Mereka meninggalkan dunia kerja dan jarang ada yang kembali,” kata dia.
Sekadar informasi, sebuah studi yang dilakukan oleh Deloitte dan 30 persen Club GCC Chapter—sebuah organisasi yang mendukung perempuan dalam dunia usaha dan 30 persen anggotanya adalah direksi perusahaan—menemukan bahwa wanita yang ada di dalam direksi tidak diprioritaskan dalam kariernya.
“ Dalam situasi pelemahan harga minyak dan dampak ekonominya, mengesampingkan persoalan peningkatan kehadiran wanita dalam dunia usaha,” tulis laporan itu.
Meskipun demikian, Hanadi tetap optimistis isu kesetaraan gender di dunia usaha tidak akan tergantikan oleh pelemahan harga minyak dunia. Dia percaya kehadiran wanita bisa membawa progress yang signifikan terhadap dunia usaha.
“ Tentunya, Anda bisa melihat wanita di setiap sektor. Ada banyak tantangan, kesempatan, dan ambisi. Mereka punya kemampuan dan keinginan (untuk itu),” kata dia.(Sah)
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil


Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?