Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Salah Satu Ponsel Keluaran Ericsson. (Foto: Retromanmedia.co.uk)
Dream – Salah satu produsen telekomunikasi, Ericsson, berencana menutup pabrik dan memecat ribuan karyawan. Namun, perusahaan ini tidak akan menutup pabrik Ponsel mereka di Swedia.
Dilansir dari Bloomberg, Senin 26 September 2016, perusahaan ini berjuang di tengah-tengah kompetisi yang ketat dan permintaan yang rendah. Mereka pun akan menargetkan penghematan sebesar 9 miliar krona atau Rp13,8 triliun.
Perusahaan yang berjaya di era 1990-an ini juga akan memangkas 3 ribu karyawannya yang berada di jaringan unit produksi ini.
“ Kami akan menangani ini berdasarkan negara per negara dan karyawan kami. Kami selalu memberitahukan serikat pekerja terlebih dahulu (sebelum menutup pabrik dan memecat karyawan),” berikut pernyataan Ericsson dalam situs Svenska Dagbladet.
Perusahaan ini mengecualikan pabrik utama yang berbasis di Swedia ke dalam penutupan pabrik dan pemecatan karyawan.
Saat ini, Ericsson tengah menghadapi turbulensi. Mereka mencoba untuk mempertahankan pertumbuhan pendapatan dengan mengeliminasi sejumlah pekerjaan tertentu ketika “ bertanding” dengan Huawei dan Nokia.
Produsen ponsel ini juga berusaha untuk mencari pimpinan baru yang akan menggantikan Hans Vestberg, CEO Erinccson yang mundur dua bulan yang lalu.
Perusahaan disebut akan menutup unit produksinya di Boraas dan Kumla yang mengakhiri 144 tahun produksinya di Swedia. Dua pabrik ini mempekerjakan 1.200 orang karyawan. Lalu, perusahaan ini juga akan merumahkan unit penelitian dan pengembangan. Jika dijumlah, total karyawan yang akan di-PHK sebesar 3 ribu orang.
Sementara itu, menurut The Register, Ericsson enggan menanggapi kabar yang disebut dalam Svenska Dagbalet. Namun, mereka mengatakan perusahaan ini tengah melakukan perubahan struktural untuk mempercepat bisnis dan pertumbuhan mereka.
Ericsson juga mengatakan perusahaannya menargetkan ada penghematan sebesar Rp13,8 triliun hingga tahun depan.
“ Dalam laporan kuartal I, kami menyatakan mulai mengambil langkah-langkah tambahan di luar penghematan dan efisiensi program. Oleh karena itu, kami mengadaptasikan operasional kami untuk volume proyek mobile broadband saat ini,” kata mereka.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya