Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Indeks saham Indonesia mengekor arus bursa regional yang dilanda pelemahan. Penguatan yang tercipta akhir pekan lalu harus kembali mengoreksi kenaikan bursa saham.
Aksi jual asing yang mencapai Rp 300 miliar ikut memicu kekhawatiran pelaku pasar yang cemas akan adanya penurunan harga minyak dunia.
Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 26 September 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) tergerus 1,550 poin (0,87%) ke level 176,012.
Indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII), juga melemah 7,577 poin (1,01%) ke level 741,328.
Transaksi perdagangan saham syariah mengalami penurunan dengan hanya mencetak nilai Rp 3,88 triliun.
Dari 22,53 miliar saham yang berpindahtangan, emiten syariah yang sukses ditutup menguat hanya 63 perusahaan. Sisanya, 124 emiten ISSI ditutup melemah dan 38 lainnya bertahan stagnan.
Kondisi regional yang bergerak melemah juga mendorong koreksi cukup tajam pada beberapa indeks sektoral.
Indes sektor industri aneka melemah sampai 1,89 persen, disusul pertambangan 1,26 persen, dan barang konsumsi 1,23 persen.
Dua indeks sektoral yang masih bisa menguat adalah infrastruktur yang naik 0,41 persen dan pertanian 0,16 persen.
Saham-saham bluechips syariah yang menghuni top losser kali ini adalah UNTR dengan kenaikan Rp 725, UNVR Rp 700, ASII Rp 175, PTBA Rp 175, dan AKRA Rp 150 per saham.
Sebaliknya, top gainer bluechips syariah dihuni emiten PGAS yang naik Rp 150, AALI Rp 100, SILO Rp 50, MIKa dan TLKM masing-masing Rp 5 per saham.
Dari pasar keuangan, kurs rupiah sore ini bergerak menguat. Naik 40 poin (0,31%), rupiah sore ini bertengger di level 13.041 per dolar AS.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya