Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bank BPD Mengkaji Kemungkinan Unit Usaha Syariah Yang Dimilikinya Bisa Digabung. (Foto: Http://eb-islam.wg.ugm.ac.id)
Dream – Bank Pembangunan Daerah (BPD) melempar wacana akan merger unit usaha syariah (UUS) yang dimiliki setiap BPD menjadi sebuah bank syariah. Apabila terjadi, penggabungan UUS ini akan mengantarkan mereka menjadi bank ber-BUKU III.
Pernyataan ini dilontarkan oleh Direktur Operasional dan Unit Usaha Syariah, Hanawijaya. Dia memiliki usul agar UUS yang dimiliki oleh BPD di Jawa bergabung untuk membentuk bank syariah.
“ Bagaimana caranya kita (UUS BPD) yang ada di Jawa untuk dijadikan satu saja. Itu keren kali, ya. (Kami) lagi ngobrol dengan stakeholder, mau nggak,” kata dia di Jakarta, ditulis Selasa 27 September 2016.
Hanawijaya menyarankan setiap UUS yang ingin lepas sebagai bank syariah yang berdiri sendiri, sebaiknya sudah mengantongi modal inti minimal Rp1 triliun. Hal ini bertujuan untuk modal utama UUS BPD untuk berdiri ketika telah menjadi bank syariah.
Kemudian, UUS yang ada di Bank DKI Jakarta, Bank Jateng, Bank Jatim, dan Bank Jabar Banten, dan BPD DIY, disarankan untuk membentuk satu bank syariah untuk di daerah.
“ Kalau digabungkan, modal inti bisa menjadi Rp5 triliun dan kita bisa masuk ke buku III. Dengan begitu, kami bisa bermain ke produk yang lebih baik, seperti trustee dan letter of credit,” kata dia.
Hanawijaya melanjutkan, setiap UUS BPD telah mengembangkan bisnisnya di daerahnya. Dengan penggabungan UUS ini, mereka tidak akan kehilangan pasarnya.
“ Bisnis mereka ada di situ. Tinggal ditentukan saja siapa head office dan sharingnya. Tergantung pemegang saham,” kata dia.
Hanawijaya mengatakan, wacana ini masih dibicarakan dengan para pemangku kepentingan. “ Kami sedang berdiskusi. Moga-moga bisa berhasil,” kata dia.
Sekadar informasi, Bank Jateng ini memiliki modal inti sebesar Rp500 miliar dan aset sebesar Rp1,7 triliun.
© Dream
Senada dengan Bank Jateng, Bank Kalimantan Selatan (Kalsel) juga melempar wacana penggabungan UUS BPD yang ada di Kalimantan menjadi BPD syariah di Kalimantan. Bank ini mendekati BPD-BPD di Kalimantan untuk menggabungkan UUS-nya menjadi BPD syariah di tanah Borneo itu.
“ Kami mendekati kawan-kawan di Kalimantan, (seperti) Bank Kaltim dan Bank Kalbar untuk membuat bank syariah di Kalimantan. Paling tidak, sebelum batas waktunya, kami bisa membuka bank syariah di Kalimantan,” kata Direktur Utama Bank Kalsel, Irfan.
© Dream
Direktur Utama BPD DIY, Bambang Setiawan, mengatakan merger ini adalah opsi bagi UUS yang tidak kuat untuk melakukan spin off. Bambang pun lebih memilih untuk spin off masing-masing daripada menggabungkan UUS di satu regional.
“ Kalau saya, pilihannya tetap satu-satu, tapi sinergi,” kata Bambang di tempat yang sama.
Dia mengatakan penggabungan UUS semua BPD tidaklah mudah. Hal ini disebabkan oleh karakteristik perekonomian daerah dan keperluan masyarakat.
“ Di atas kertas, (pelaksanaannya) gampang, tapi secara psikologis itu sulit. Jadi, tidak selaras dengan prinsip otonomi daerah,” kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya