Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dream – Bank Indonesia (BI) telah melonggarkan ketentuan batas minimal uang muka untuk pengajuan kredit rumah. Bank sentral ini menurunkan aturan loan to value (LTV) bank konvensional dan bank syariah.
Perbankan syariah melihat kebijakan yang dibuat oleh BI ini memang bertujuan untuk mendongkrak sektor properti.
“Saat ini, relaksasi dengan menurunkan LTV ini diharapkan bisa menggerakkan sektor properti,” kata Pelaksana Tugas Direktur Bisnis PT BNI Syariah, Kukuh Rahardjo, ketika dihubungi Dream, di Jakarta, Kamis 1 September 2016
Sekadar informasi, BI menurunkan uang muka KPR untuk rumah pertama, dari 20 persen menjadi 15 persen. Sementara itu, uang muka rumah kedua turun dari 30 persen menjadi 20 persen dan rumah ketiga turun dari 40 persen menjadi 25 persen.
Kukuh berharap penurunan uang muka yang dikeluarkan bank sentral akan diikuti dengan harga rumah yang lebih terjangkau. Hal itu diperlukan untuk membantu daya beli masyarakat yang masih rendah.
Dia mencontohkan, jika sebuah rumah dijual seharga Rp500 juta, nasabah harus menyiapkan uang muka sebesar 20 persen atau sebesar Rp100 juta. Hasilnya, setidaknya akan ada 10 dari 100 orang yang memutuskan membeli rumah tersebut.
Namun ketika DP diturunkan menjadi 15 persen, dengan harga rumah yang sama, masyarakat cukup menyiapkan uang muka sebesar Rp75 juta. Terlihat ada penambahan jumlah pembeli orang, namun jumlahnya belum signifikan.
“(Jumlah pembelinya) bisa naik jadi 12 orang,” kata dia.
Memang, kata Kukuh, penurunan LTV akan berpengaruh terhadap sektor properti, tapi tidak begitu signifikan. Untuk menggairahkan sektor , pihak pengembang seharusnya ikut berpartisipasi dengan cara menurunkan harga rumah. Dengan begitu, sektor ini bisa tumbuh lebih tinggi.
“LTV memberikan manfaat bagi masyarakat untuk membeli rumah. Tapi, akan lebih bermanfaat kalau developer juga melakukan penyesuaian harga,” kata dia.(Sah)
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Mau Nonton Grand Final AXIS Nation Cup 2026? Ini Cara Daftar dan Datang ke Istora Senayan