Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Peresmian BUMN Arum Dalu Yang Dilakukan Oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, Dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo. (Foto: Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, Dan Transmigrasi)
Dream – Salah satu badan ekonomi yang tengah digalakkan pemerintah untuk meningkatkan perekonomian adalah Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa). Badan usaha ini disebut-sebut mampu meningkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa dan membuat lapangan pekerjaan baru.
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo, menegaskan BUMDesa adalah badan usaha yang pas untuk diterapkan di desa, terkait dengan pemanfaatan dana desa.
“ BUMDesa menjadi satu langkah yang tepat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Coba nanti (lakukan) usaha yang berkaitan dengan kebutuhan hidup yang dasar, seperti bahan pokok, gas, dan lainnya,” kata Eko saat peresmian BUMDesa Arum Dalu di Ponorogo, Jawa Timur, dalam keterangan tertulis yang diterima Dream, Selasa 27 September 2016.
Dia berpesan kepada masyarakat yang berusaha di BUMDesa untuk mencari usaha yang berhubungan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Kemudian, fokus untuk mengembangkan bisnis tersebut.
“ Fokus terus dan memiliki skala untuk terus mengembangkannya,” kata dia.
Jika masyarakat mengelola dana desa, kata Eko, penggunaan dana desa untuk mengelola keuangan dengan BUMDesa sangat diperbolehkan.
“ Namun, perlu diperhatikan untuk mencari fokus pada usaha dan memiliki skala ukur,” kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya